Darurat Animal Rescue: Damkar Polman Kembali Amankan Ular di Kuajang Binuang

Avatar photo
Kamaruddin Kay
2 Feb 2026 13:29
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Memasuki awal Februari 2026, tren gangguan hewan liar di pemukiman warga Kabupaten Polewali Mandar (Polman) belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Terbaru, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Polman kembali mengevakuasi seekor ular di wilayah Kecamatan Binuang, Minggu (1/2/2026).

Tim Regu A Damkar Polman diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 12.08 WITA setelah menerima laporan dari warga di Kuajang, Kecamatan Binuang. Evakuasi ini menyasar seekor ular yang masuk ke area rumah Ibu Hj. Jauhari, menciptakan situasi mencekam bagi penghuni rumah.

Beruntung, kesigapan petugas yang menggunakan alat penjepit khusus (grab stick) membuat proses evakuasi berjalan singkat dan aman.

Berdasarkan laporan resmi pihak Damkar, tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden ini. Hewan melata tersebut berhasil diamankan sebelum sempat membahayakan warga sekitar.

​Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polman, Imran, mengungkapkan bahwa laporan animal rescue kini mendominasi layanan non-kebakaran di wilayahnya. Tren ini terpantau meningkat secara signifikan sejak akhir Januari lalu.

​”Laporan evakuasi ular dan penyelamatan hewan masih mendominasi layanan kami. Oleh karena itu, kesiapsiagaan personel dan kelengkapan peralatan menjadi prioritas utama agar penanganan di lapangan cepat dan aman,” jelas Imran saat dikonfirmasi.

Berdasarkan data rekapitulasi Damkar Polman, interaksi antara hewan liar—seperti ular dan biawak—dengan kawasan permukiman warga memang menunjukkan grafik peningkatan dalam setahun terakhir. Hal ini diduga akibat pergeseran habitat hewan yang kini semakin dekat dengan aktivitas manusia.

​Selain evakuasi ular, sepanjang akhir Januari hingga awal Februari ini, Damkar Polman juga tercatat menangani berbagai tugas penyelamatan lainnya, mulai dari penyelamatan kucing, evakuasi sarang tawon, hingga penyemprotan drainase di wilayah Polewali dan Binuang.

Menutup keterangannya, Imran mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mengambil risiko dengan mencoba menangani hewan berbahaya secara mandiri.

​”Keselamatan warga adalah prioritas utama. Penanganan hewan liar membutuhkan prosedur dan peralatan khusus. Segera hubungi petugas Damkar jika menemukan situasi serupa,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x