
POLMAN, AKARNEWS.ID – Bupati Polewali Mandar (Polman), Samsul Mahmud, kini tengah mengikuti pelatihan kepemimpinan intensif tingkat nasional dan internasional selama dua pekan (14–29 Juli 2026). Langkah ini diharapkan membawa dampak langsung bagi warga Polman, terutama dalam perbaikan layanan publik, pengelolaan sampah, kesehatan, hingga pencegahan korupsi.
Pelatihan bertajuk Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Anggaran 2026 ini diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC). Samsul Mahmud menjadi salah satu dari 25 kepala daerah terpilih se-Indonesia yang mengikuti program ini.
Kepala Dinas Kominfo SP Kabupaten Polman, Andi Himawan, membenarkan bahwa Bupati Samsul Mahmud sudah memulai kegiatannya sejak Selasa kemarin di Jakarta.
”Pak Bupati masuk dalam gelombang ketiga yang berlangsung dari 14 sampai 29 Juli nanti,” ujar Himawan saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).
Dampak paling nyata yang dinanti warga Polman diperkirakan lahir dari hasil studi lapangan di Singapura pada 20–26 Juli mendatang. Di Lee Kuan Yew School of Public Policy, Samsul Mahmud akan belajar langsung cara mengelola kota yang bersih, sistem pelayanan kesehatan yang cepat, penanganan sampah yang modern, serta penggunaan teknologi digital untuk mempermudah urusan administrasi warga.
Selain belajar urusan teknis perkotaan ke luar negeri, para kepala daerah juga dibekali materi antikorupsi langsung dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat pembekalan di Jakarta pada fase pertama (14–19 Juli). Langkah ini penting agar anggaran daerah Polman ke depan bisa dikelola secara lebih terbuka, bersih, dan tepat sasaran untuk kebutuhan masyarakat. Pelatihan di Jakarta ini juga menyelaraskan program daerah dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Di akhir program (27–29 Juli), Bupati diwajibkan menyusun rencana aksi nyata yang wajib diterapkan di Polman.
Himawan berharap, ilmu cara memimpin dan memanfaatkan teknologi digital yang didapat dari luar negeri bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas di Polman.
”Kami berharap sepulangnya dari program ini, Pak Bupati bisa membawa cara-cara baru dalam melayani masyarakat. Warga Polman bisa menikmati pelayanan publik yang lebih cepat, hemat, terbuka, dan bersih dari pungutan atau korupsi,” tutup Himawan.


Tidak ada komentar