BBM Subsidi di Pengecer Jalanan Ludes, Antrean di SPBU Polman Mengular

Avatar photo
Kamaruddin Kay
7 Sep 2026 14:53
2 menit membaca

Polman, akarnews.id – Kepanikan melanda warga Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, setelah bahan bakar minyak (BBM) Subsidi mendadak hilang dan sulit didapat di sebagian besar pedagang eceran pinggir jalan sejak Minggu (6/9/2026).

Akibatnya, antrean panjang kendaraan tak terhindarkan seperti di SPBU 7491349 Wonomulyo sejak Senin (7/9/2026) pagi.

​Kondisi ini memukul langsung aktivitas sehari-hari warga yang bergantung pada bensin untuk mencari nafkah maupun bermobilisasi. Banyak pengendara terpaksa datang sejak pagi subuh demi memastikan kendaraannya terisi bahan bakar.

​Sopyan, salah seorang warga lokal, mengaku harus rela membuang waktu berharga dan mengantre sejak pukul 07.30 WITA demi mendapatkan BBM.

​”Setengah delapan [mengantre], Pak. Kalau begini agak susah karena aktivitas terganggu,” kata Sopyan di lokasi antrean, Senin (7/9/2026).

Ia berharap ada penambahan unit SPBU di wilayah Kecamatan Wonomulyo agar warga tidak terus-menerus dirugikan oleh pemandangan antrean yang berulang.

​Situasi di lapangan kian memprihatinkan karena selain BBM bersubsidi yang diburu warga, pasokan BBM nonsubsidi di SPBU Wonomulyo juga terganggu.

Jenis Pertamax dilaporkan habis total, sedangkan dispenser Pertamax Turbo tidak dapat melayani pembeli lantaran alat sensor pengukur otomatisnya rusak dan masih dalam perbaikan.

​Menanggapi kepanikan warga, Pengawas SPBU Wonomulyo, Ardilla, menyatakan bahwa pasokan dari pusat sebenarnya tetap mengalir setiap hari sebanyak 24 ton, meski jumlah pastinya bergantung pada kelancaran pengiriman.

​Untuk mencegah aksi borong dan menjaga stok, pihak SPBU memberlakukan aturan pembatasan ketat. Pengendara sepeda motor hanya diperbolehkan mengisi maksimal Rp100 ribu per hari menggunakan aplikasi barcode. Sementara untuk mobil, jatah pembelian dibatasi antara Rp350 ribu hingga Rp450 ribu per hari.

​Selain itu, SPBU Wonomulyo juga mulai memperketat aturan terhadap sepeda motor berpotensi penimbun (pelangsir), seperti Suzuki Thunder, yang kini resmi dilarang mengisi BBM sesuai arahan dari Pertamina.

​Adapun terkait habisnya stok bensin di tingkat pedagang eceran pinggir jalan yang memicu kepanikan massal warga, pihak SPBU menegaskan bahwa hal tersebut di luar jangkauan dan wewenang pengawasan mereka. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x