Mamuju, akarnews.id — Konflik lahan dan kerusakan lingkungan di Sulawesi Barat kini mendapat angin segar perjuangan. Refli Sakti Sanjaya resmi terpilih sebagai Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Barat periode 2026–2030, membawa misi memperkuat pembelaan terhadap hak-hak warga lokal di akar rumput.
Keputusan tersebut disepakati oleh 16 organisasi lingkungan dalam Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) IV yang berlangsung di Pantai Wisata Malauwa, Mamuju, Rabu (5/8/2026) malam.
Selain memilih direktur baru, forum tersebut juga menetapkan empat anggota Dewan Daerah untuk mendampingi kepengurusan empat tahun ke depan.
Terpilihnya kepengurusan baru ini berdampak langsung pada arah perjuangan ruang hidup warga Sulbar. Di bawah kepemimpinan Sakti, fokus utama gerakan akan diarahkan pada pelindungan wilayah kelola rakyat dari ancaman perusakan lingkungan dan perampasan ruang hidup.
Warga di tingkat tapak diharapkan mendapatkan pendampingan lebih kuat dalam memperjuangkan kedaulatan atas tanah dan sumber daya alam mereka.
Sakti menegaskan bahwa keselamatan lingkungan dan ruang hidup warga hanya bisa diperjuangkan secara bersama-sama melalui kerja sama erat antarorganisasi anggota.
”WALHI Sulbar adalah forum bersama. Mandat untuk empat tahun ke depan tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan penuh dari seluruh lembaga anggota,” ujar Sakti usai penetapan.
Ke depan, kepengurusan baru ini mematok dua agenda besar: membenahi internal organisasi agar lebih solid dan turun langsung mendampingi warga di lapangan.
Langkah ini diambil untuk memastikan keberadaan WALHI Sulbar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang terdampak ketidakadilan lingkungan.
”Visi kami jelas, memperkuat organisasi dan memperjuangkan hak kelola warga demi terwujudnya keadilan lingkungan yang nyata di Sulawesi Barat,” tegasnya. (*)
Tidak ada komentar