Melek Politik Sejak Dini: 30 Siswa Sekolah Politik Belajar Menyuarakan Aspirasi Warga di DPRD Polman

Avatar photo
Kamaruddin Kay
12 Agu 2026 11:28
2 menit membaca

Polman, akarnews.id — Sebanyak 30 pelajar dari berbagai sekolah di Sulawesi Barat belajar langsung cara menyalurkan aspirasi masyarakat dan membuat kebijakan publik di Ruang Aspirasi Kantor DPRD Polewali Mandar (Polman), Selasa (11/8/2026).

Melalui program Sekolah Politik dan Parliament Tour yang diadakan Yayasan Creative Student Home, para siswa diajak memahami cara kerja wakil rakyat agar kelak mampu membawa perubahan positif bagi warga lokal.

​Para peserta dari SMAN 1 Wonomulyo, SMPN 1 Mamuju, MTs Assadiyah, hingga MAN 1 Polewali ini berdialog langsung dengan jajaran pimpinan dan anggota dewan.

Pertemuan ini difokuskan untuk membekali generasi muda agar tidak termakan informasi simpang siur di media sosial, sekaligus memahami bagaimana sebuah kebijakan dibuat agar berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

​Ketua Badan Kehormatan DPRD Polman, M Ilham, mengingatkan para siswa bahwa keterlibatan anak muda dalam dunia politik harus dilandasi niat menyelesaikan masalah warga, bukan sekadar mengejar posisi atau kekuasaan.

​“Jangan jadikan politik sebagai jalan meraih jabatan, tetapi jadikan cara untuk menyelesaikan persoalan masyarakat dengan bijaksana,” tegas Ilham saat memotivasi para peserta untuk aktif berorganisasi dan menjaga integritas.

​Ia menambahkan, keputusan yang berpihak pada rakyat akan terus dirasakan dampaknya oleh warga dalam jangka panjang, jauh setelah masa jabatan seorang wakil rakyat selesai.

​Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Umum Nasional Duta Aksi Sosial Indonesia, Nur Haidah Putri, menjelaskan bahwa pemahaman demokrasi dan fungsi dewan penting diberikan sejak sekolah.

Bekal ini diharapkan membentengi anak muda dari hoaks politik di media sosial serta menyiapkan mereka untuk mengambil peran nyata di tengah masyarakat.

​Selain mendengarkan pemaparan materi dari pimpinan dewan, kegiatan yang juga digelar di berbagai provinsi lain di Indonesia ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif.

Para siswa memanfaatkan momen tersebut untuk bertanya langsung mengenai dinamika penyaluran aspirasi warga hingga fungsi pengawasan yang dijalankan oleh para wakil rakyat di daerah. (*)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x