Bupati Samsul Mahmud Puji Suksesnya Sandeq Silumba 2026 Meski Anggaran Terbatas

Avatar photo
Kamaruddin Kay
28 Sep 2026 08:33
3 menit membaca

POLMAN, akarnews.id — Perhelatan maritim Mandar Sandeq Silumba 2026 resmi ditutup di kawasan Pantai Bahari, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Minggu (27/9/2026) malam.

​Di balik kemeriahan penutupan yang dihadiri langsung oleh perwakilan Kementerian Pariwisata RI, ajang ini memberikan angin segar bagi warga lokal dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan serta lonjakan partisipasi peserta.

​Sebanyak 80 perahu Sandeq sukses merampungkan pelayaran menantang ombak, berangkat dari Banua Sendana, Kabupaten Majene, pada Sabtu (26/9/2026) dan menyentuh garis finis di Pantai Bahari, Polewali Mandar pada Minggu siang.

Angka ini mencatat peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

​Penutupan event tahunan ini dipimpin langsung oleh Bupati Polman Samsul Mahmud. Ia hadir bersama Wakil Bupati Polman Andi Nursami Masdar, Wakil Bupati Majene Andi Rita Mariani, unsur Forkopimda, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulbar.

Dalam sambutannya, Samsul Mahmud mengapresiasi daya juang para passandeq (pelaut sandeq) dan panitia yang mampu mendongkrak kualitas acara hingga melampaui ekspektasi di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang ketat.

​”Di tengah tantangan zaman dan efisiensi hari ini, kita dituntut untuk tangguh dan pantang menyerah. Itulah ruh dari semangat seorang passandeq. Walau anggaran terbatas, kegiatannya justru jauh lebih semarak dan partisipasinya melonjak dari 60 menjadi 80 peserta,” Ujarnya.

​​Ia menegaskan bahwa Sandeq bukan sekadar lomba ketangkasan di atas laut, melainkan simbol identitas yang melekat erat dengan kehidupan harian masyarakat pesisir Mandar.

​”Sandeq adalah identitas, sejarah, budaya, sekaligus kebanggaan masyarakat Mandar. Di balik layarnya yang terkembang ada semangat keberanian, di balik lajunya menerjang ombak ada ketangguhan dan kerja keras, serta di balik perlombaannya ada nilai-nilai persaudaraan, sportivitas, dan kebersamaan yang wajib kita jaga,” Kata Samsul di hadapan ribuan warga lokal yang memadati kawasan pantai.

​ia juga menyampaikan terima kasih khusus kepada warga Polewali Mandar, khususnya di Kecamatan Polewali, yang menyambut para passandeq serta pelancong dengan tangan terbuka. Keterlibatan warga lokal dinilai menjadi kunci utama suksesnya perhelatan yang mendatangkan perputaran ekonomi bagi pedagang kecil dan penyedia jasa pariwisata.

​Pemerintah Kabupaten Polman, lanjut Samsul, berkomitmen untuk terus menjadikan daerah ini sebagai “Rumah yang Ramah” bagi agenda kebudayaan dan pariwisata.

​”Jika kita terbuka dan berkolaborasi dengan baik antar pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat dampaknya akan luar biasa. Sandeq Silumba tidak hanya berpotensi masuk dalam kalender event nasional, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat, UMKM, dan pelestarian budaya di Sulawesi Barat,” pungkasnya.

​Rangkaian kegiatan ditutup secara resmi melalui penyerahan hadiah kepada para pemenang serta doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas kelancaran dan keselamatan seluruh passandeq selama di laut.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x