Antisipasi Asap Karhutla Ganggu Warga, Petugas Gabungan di Polman Siagakan Posko Utama

Avatar photo
Kamaruddin Kay
28 Agu 2026 12:01
2 menit membaca

Polman, akarnews.id — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, hingga melumpuhkan aktivitas ekonomi warga Polewali Mandar (Polman) mulai diantisipasi secara ketat.

Pemerintah Kabupaten Polman bersama TNI dan Polri mendirikan posko siaga serta menyiapkan ratusan petugas gabungan untuk merespons cepat jika kebakaran sewaktu-waktu meluas ke permukiman atau lahan pertanian.

​Langkah pencegahan ini diawali dengan apel siaga dan simulasi pemadaman api di Makodim 1402/Polman pada Jumat (28/8/2026).

Fokus utamanya adalah memastikan warga tidak menjadi korban dampak buruk asap karhutla serta mencegah kerugian ekonomi akibat rusaknya lahan produktif milik petani.

​Asisten Pemerintahan dan Kesra Polman, Andi Mahadiana Djabbar, menegaskan bahwa dampak karhutla merembet langsung ke kehidupan sehari-hari masyarakat.

Oleh karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini sebelum api membesar dan menyebar.

​”Kebakaran tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan warga dan mengganggu roda ekonomi. Penanganannya tidak bisa sendiri-selain, harus cepat dan kompak antara pemerintah, aparat, dan masyarakat,” tegas Mahadiana.

​Usai apel, para petugas langsung menggelar simulasi pemadaman api dengan menguji kesiapan armada pemadam kebakaran di lapangan. Langkah ini memastikan seluruh alat penjinak si jago merah berfungsi optimal saat kondisi darurat.

​Untuk mempercepat respons laporan warga jika melihat titik api, pusat koordinasi darurat kini dipusatkan langsung di Makodim 1402/Polman.

​Pasiops Kodim 1402/Polman, Kapten Inf Ahmad Yani, menjelaskan bahwa posko utama tersebut diisi oleh tim gabungan yang bersiap selama 24 jam.

​”Posko utama berada di Makodim. Petugas siaga berasal dari BPBD, TNI, Polri, tim SAR, hingga pemadam karhutla khusus (Manggala Agni). Keberadaan posko ini agar laporan warga soal kebakaran bisa langsung ditindaklanjuti dengan cepat sebelum api membesar,” jelas Ahmad Yani.

​Kesiapsiagaan bersama ini diharapkan dapat menekan risiko timbulnya kabut asap dan melindungi kawasan pemukiman serta lahan usaha warga Polman dari bahaya kebakaran, terutama saat kondisi cuaca sedang kering dan rawan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x