
POLMAN, AKARNEWS.ID – Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (Disbuntarnak) Kabupaten Polewali Mandar, Muhammad Yunus, menghadiri kegiatan panen jagung Hibrida Varietas Maxxi 2 Cuan di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan panen ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara PT Maxxi Agri Indonesia dengan kelompok tani setempat. Kerjasama ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi pertanian modern guna mendongkrak produktivitas lahan petani di wilayah Polewali Mandar.
Dalam sambutannya di hadapan para petani, Muhammad Yunus menegaskan pentingnya mencapai swasembada pangan, khususnya komoditas jagung. Ia menyebutkan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
”Kita terus mendorong swasembada di bidang pangan. Hal ini sesuai dengan arah kebijakan pusat melalui Asta Cita Presiden yang menekankan kemandirian pangan nasional sebagai pilar utama kedaulatan negara,” ujar Yunus.
Kehadiran PT Maxxi Agri Indonesia di Polman bukan sekadar menyediakan benih, namun juga membawa misi transformasi pertanian melalui sosialisasi pengelolaan lahan atau edukasi cara tanam yang efektif, Penggunaan produk unggulan seperti pupuk dan pestisida (fungisida/herbisida) yang tepat guna dan Varietas Unggul seperti Maxxi 2 Cuan, Maxxi 1 dan Maxxi 3 yang dirancang untuk hasil maksimal.
Muhammad Yunus menambahkan bahwa Disbuntarnak Polman sangat terbuka bagi perusahaan pertanian yang ingin berinvestasi dan mendampingi petani.
Menurutnya, intervensi teknologi dari sektor swasta sangat dibutuhkan untuk membantu petani beralih dari metode tradisional ke pertanian berbasis teknologi.
”Kami selalu terbuka dengan kerjasama dari pihak manapun, termasuk PT Maxxi Agri Indonesia. Fokus utama kami adalah bagaimana produksi pertanian di Kabupaten Polman terus meningkat, sehingga kesejahteraan petani kita ikut terangkat,” pungkasnya.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan para petani di Desa Duampanua dan Kabupaten Polman secara umum dapat mengadopsi sistem pertanian yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi. (*)


Tidak ada komentar