Dua Desa di Polman Kompak Resmikan Perdes Setop Perkawinan Anak dan KDRT

Avatar photo
Kamaruddin Kay
24 Jun 2026 17:19
2 menit membaca

POLMAN, AKARNEWS.ID — Sebagai langkah konkret dalam melindungi hak anak dan perempuan, Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM) bersinergi dengan Pemerintah Desa Batulaya dan Desa Lampoko, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), menggelar kampanye dan sosialisasi publik terkait Peraturan Desa (Perdes) Pencegahan Perkawinan Anak, Rabu, (24/6/2026).

​Bertempat di Aula Kantor Desa Batulaya, kegiatan edukasi dan konsultasi publik ini berlangsung partisipatif dengan dihadiri oleh sedikitnya 50 peserta lintas elemen.

Turut hadir jajaran pemerintah kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, imam desa, tokoh pemuda, perwakilan kelompok perempuan, hingga perwakilan penyandang disabilitas.

​Kegiatan ini utamanya ditujukan untuk memastikan masyarakat luas memahami implementasi Perdes Pencegahan Perkawinan Anak yang kini telah resmi disahkan melalui proses konsultasi publik di tingkat desa.

​Koordinator Program, Fadiah Mahmud, menuturkan bahwa agenda turun ke masyarakat ini tidak hanya berfokus pada isu perkawinan usia dini.

Kampanye ini juga dirancang untuk mengedukasi masyarakat terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak (KDRT), serta menyoroti berbagai kerentanan sosial yang kerap membuat perempuan, anak, dan kelompok disabilitas terabaikan dalam arus pembangunan desa.

​Melalui pendekatan akar rumput ini, masyarakat diberikan pemahaman bahwa pencegahan perkawinan anak dan penolakan terhadap KDRT adalah kewajiban dan tanggung jawab bersama seluruh pihak.

​Lebih lanjut, forum ini secara aktif mendorong partisipasi warga untuk mendukung pembentukan dan optimalisasi “Pos Pengaduan Perempuan”.

Pos ini diproyeksikan menjadi ruang aman sekaligus wadah pengaduan bagi berbagai permasalahan yang dialami oleh perempuan, khususnya yang berdomisili di wilayah Desa Batulaya dan Lampoko.

​Agenda strategis yang menyasar penguatan inklusi sosial di Sulawesi Barat ini dipandu langsung oleh fasilitator dari kalangan aktivis perempuan dan pemerhati sosial setempat.

Rangkaian kegiatan di dua desa tersebut diselenggarakan oleh YKPM dengan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Swiss untuk Timor Leste dan Indonesia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x