Lebih dari Sekadar Wisata, Festival Penyu Mampie Diusulkan Masuk Karisma Event Nusantara

Avatar photo
Kamaruddin Kay
25 Jun 2026 12:19
2 menit membaca

POLMAN, AKARNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mengapresiasi penyelenggaraan Festival Penyu Mampie 2026 dan berkomitmen kuat mendorong kegiatan pelestarian ini masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.

​Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulbar, Bau Akram, saat mewakili Gubernur membuka secara resmi festival tahunan ini di kawasan Rumah Penyu Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (24/6/2026).

​“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sangat mengapresiasi dedikasi dan kerja-kerja konservasi yang dilakukan oleh Sahabat Penyu. Melihat konsistensi penyelenggaraan, dampak sosial, serta nilai konservasi yang diusung, kami akan mengusulkan Festival Penyu Mampie untuk masuk dalam Karisma Event Nusantara. Ini merupakan potensi besar yang perlu mendapat dukungan lebih luas,” tegas Bau Akram.

​Festival yang diinisiasi oleh Komunitas Sahabat Penyu ini dinilai telah berkembang dari sekadar gerakan akar rumput menjadi agenda lingkungan yang berdampak positif bagi ekowisata dan masyarakat luas.

​Tahun ini, penyelenggara mengangkat tema “Menjaga Jejak, Mewariskan Samudera”. Founder Sahabat Penyu, Muh. Yusri (akrab disapa Yusri Mampie), menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak.

​Bagi Yusri, festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah alarm pengingat dan gerakan bersama untuk menyelamatkan masa depan ekosistem laut.

​“Tema tahun ini mengandung makna bahwa apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan masa depan laut kita. Melalui festival ini, kami ingin mengajak semua pihak untuk ikut menjaga jejak konservasi dan mewariskan laut yang sehat kepada anak cucu kita,” tutur Yusri.

​Sebagai informasi tambahan, Festival Penyu Mampie 2026 akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan rangkaian agenda yang padat dan edukatif.

​Pengunjung tidak hanya disajikan panggung hiburan rakyat, tetapi juga dilibatkan langsung dalam edukasi konservasi, aksi bersih pantai, pelepasan tukik (anak penyu), dan kemah konservasi. Selain itu, hadirnya pameran UMKM di lokasi acara diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir di kawasan Mampie.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x