Transformasi RSUD Regional Sulbar: Dorong Digitalisasi Layanan untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Avatar photo
Kamaruddin Kay
23 Jul 2026 13:25
3 menit membaca

MAMUJU, AKARNEWS.ID — Transformasi layanan kesehatan di RSUD Regional Sulawesi Barat di Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, menunjukkan arah yang semakin progresif.

Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat itu tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pelayanan medis, tetapi juga mempercepat reformasi birokrasi, digitalisasi layanan, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta tata kelola klinis yang berorientasi pada keselamatan pasien.

Di bawah kepemimpinan dr. Musadri Amir Abdullah, Sp.PD., RSUD Regional Sulawesi Barat terus mendorong perubahan menyeluruh agar pelayanan kesehatan semakin cepat, transparan, dan berkualitas.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan layanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang prima.

Salah satu capaian strategis rumah sakit adalah pengembangan inovasi digital MALABBI (Manajemen Layanan Ibu dan Bayi) yang memperoleh Skor Kematangan 97,00 pada penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID). Inovasi ini dirancang untuk menyederhanakan proses pelayanan ibu dan bayi, mempercepat mekanisme rujukan dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barat, serta mengintegrasikan layanan kesehatan secara lebih efektif.

Melalui sistem tersebut, proses administrasi yang sebelumnya memerlukan tahapan birokrasi panjang kini dapat dipangkas sehingga tenaga kesehatan dapat lebih fokus pada penanganan pasien. Langkah ini sekaligus menjadi instrumen penting dalam mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi melalui pelayanan yang lebih cepat dan terintegrasi.

Keberhasilan transformasi layanan juga tercermin dari meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mencapai 85,88 dengan kategori “Sangat Baik”. Pencapaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan RSUD Regional Sulawesi Barat.

Nilai tersebut ditopang oleh berbagai indikator, mulai dari transparansi standar pelayanan, kemudahan prosedur administrasi dan rujukan, kecepatan penanganan medis, hingga keramahan petugas serta kebersihan lingkungan rumah sakit. Capaian ini menjadi indikator bahwa reformasi pelayanan publik yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai pengguna layanan.

Perjalanan peningkatan kualitas pelayanan tersebut juga mencerminkan kemampuan rumah sakit dalam melakukan pembenahan secara berkelanjutan setelah menghadapi berbagai tantangan, termasuk pemulihan infrastruktur akibat bencana gempa beberapa tahun lalu. Kini, fokus pengembangan diarahkan pada peningkatan mutu layanan yang berorientasi pada kepuasan dan keselamatan pasien.

Transformasi RSUD Regional Sulawesi Barat tidak berhenti pada aspek pelayanan. Penguatan kapasitas SDM kesehatan juga menjadi prioritas utama melalui penyelenggaraan Journal Reading secara rutin sebagai forum ilmiah internal bagi tenaga medis.

Melalui kegiatan tersebut, dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya mendiskusikan perkembangan ilmu kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine), termasuk metode edukasi terbaru bagi pasien dengan penyakit kritis seperti leukemia. Pendekatan ini memastikan seluruh tenaga kesehatan terus memperbarui kompetensinya sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi medis.

Program peningkatan kompetensi tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan SDM unggul Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui program Panca Daya, yang menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu fondasi pembangunan daerah.

Di sisi lain, manajemen rumah sakit turut memperkuat tata kelola klinis melalui berbagai seminar dan pelatihan mengenai Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), penerapan standar keselamatan pasien, hingga kepatuhan terhadap sistem perizinan berbasis risiko.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi clinical governance untuk menekan risiko infeksi nosokomial, meningkatkan mutu pelayanan, serta memastikan seluruh proses pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar nasional.

Penguatan sistem pengendalian risiko ini juga memperlihatkan komitmen RSUD Regional Sulawesi Barat dalam membangun budaya keselamatan pasien sebagai indikator utama mutu pelayanan kesehatan modern.

Secara keseluruhan, berbagai inovasi yang dijalankan menunjukkan bahwa RSUD Regional Sulawesi Barat tengah bergerak menuju rumah sakit modern yang tidak hanya berorientasi pada penyembuhan penyakit, tetapi juga pada transformasi tata kelola pelayanan publik berbasis digital, pengembangan SDM berkelanjutan, serta peningkatan kualitas layanan yang akuntabel.

Dengan fondasi inovasi, tata kelola yang semakin baik, dan penguatan kompetensi tenaga kesehatan, RSUD Regional Sulawesi Barat diharapkan mampu menjadi rumah sakit rujukan regional yang semakin dipercaya masyarakat sekaligus menjadi model transformasi pelayanan kesehatan di kawasan Indonesia Timur. (FZR)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x