Gerakan Aksi Bersih Pantai Sappoang, Wujud Nyata Lima Pilar Gerbang Binuang 

Avatar photo
Kamaruddin Kay
22 Okt 2026 18:17
2 menit membaca

POLMAN, akarnews.id — Tumpukan sampah yang mengotori kawasan pesisir Pantai Sappoang, di perbatasan Kelurahan Amassangan dan Desa Mirring, akhirnya dibersihkan melalui aksi kerja bakti lintas sektor yang digagas Pemerintah Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Kamis (22/10/2026).

Aksi nyata ini langsung dirasakan dampaknya oleh warga sekitar, terutama dalam memulihkan kebersihan lingkungan pesisir yang menjadi penopang aktivitas dan potensi wisata lokal.

​Kegiatan gotong royong ini merupakan bagian dari inovasi Gerakan Bersama Membangun Binuang atau Gerbang Binuang.

Inovasi strategis kecamatan ini didukung oleh 5 Pilar Gerbang Binuang, yaitu Gerbang Melayani, Gerbang Hijau, Gerbang Produktif, Gerbang Destinasi, dan Gerbang Peduli.

Aksi pembersihan pantai ini secara khusus mengintegrasikan implementasi Gerbang Hijau yang berfokus pada lingkungan bersih, sehat, dan lestari, serta Gerbang Destinasi yang mengoptimalkan potensi wisata dan budaya untuk kesejahteraan bersama.

​Camat Binuang, Muhammad Yunus, menjelaskan bahwa aksi ini melibatkan berbagai unsur mulai dari TNI-Polri, pemerintah desa dan kelurahan, tokoh masyarakat, agama, pemuda, komunitas pencinta alam, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, pelibatan warga dan pelaku usaha sangat krusial untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkesinambungan.

​”Kerja bakti ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata,” ujar Muhammad Yunus.

​Kata dia, tumpukan sampah di lokasi tersebut di antaranya berasal dari sisa aktivitas masyarakat dan pelaku usaha, termasuk limbah tempurung kelapa.

Melalui pendekatan Gerbang Produktif yang juga merangkul pelaku UMKM, kehadiran para pelaku usaha di lokasi diharapkan dapat menumbuhkan tanggung jawab bersama agar lebih ramah lingkungan dalam menjalankan usahanya.

​Dalam pelaksanaannya, warga bersama petugas membersihkan sampah secara manual. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Polman turut memberikan dukungan nyata dengan menerjunkan Tim Orange serta menyiapkan sekitar empat armada pengangkut untuk memastikan seluruh sampah berhasil diangkut dari bibir pantai.

​Yunus menegaskan, kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial belaka, melainkan harus bertransformasi menjadi gerakan berkelanjutan yang konsisten melibatkan masyarakat.

Seluruh rangkaian program Gerbang Binuang ini bermuara pada visi besar kabupaten, yakni mewujudkan Polewali Mandar yang Sehat, Cerdas, dan Maju Berlandaskan Nilai-Nilai Agama, Budaya, dan Berwawasan Lingkungan, serta mendukung misi ketujuh Bupati Polewali Mandar yaitu mewujudkan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

​”Melalui Gerbang Binuang, kami berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku UMKM semakin kuat untuk menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata di Kecamatan Binuang,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x