Tertibkan Pelangsir, Satpol PP Polman Awasi Ketat SPBU 

Avatar photo
Kamaruddin Kay
14 Okt 2026 20:36
3 menit membaca

POLMAN, akarnews.id — Aksi antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Polman turun langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) guna menertibkan aktivitas pelangsir yang kerap dikeluhkan warga.

​Sidak yang berlangsung selama dua hari ini menyasar SPBU Sarampu pada Selasa (13/10/2026) dan dilanjutkan ke SPBU Wonomulyo pada Rabu (14/10/2026).

Langkah penertiban ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Bupati Polman terkait pengawasan distribusi BBM agar tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat luas yang mengandalkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari.

​Kasat Satpol PP Polman, Arifin Halim, menyatakan bahwa kehadiran petugas di lapangan bertujuan utama mengurai kemacetan dan antrean panjang yang selama ini mengganggu kenyamanan publik.

​“Satgas tim yang telah dibentuk oleh bupati berdasarkan surat edaran memantau ke lapangan. Kita melihat banyaknya antrean panjang sehingga kita melakukan pemantauan untuk mengurai antrean,” ujar Arifin kepada Mesakada.com saat melakukan sidak di SPBU Wonomulyo, Rabu (14/10/2026).

​Dalam pelaksanaannya, waktu sidak sengaja dibuat tidak menentu untuk memantau kondisi riil di lapangan. Hasilnya, kehadiran aparat mulai berdampak positif terhadap kelancaran arus lalu lintas dan ketertiban di sekitar SPBU.

​“Kemarin di SPBU Sarampu, hari ini di SPBU Wonomulyo. Sidak ini dilakukan sudah dua hari. Waktu sidak tidak menentu sesuai dengan kondisi di lapangan. Sidak dilakukan dalam rangka penerapan surat edaran bupati. Alhamdulillah kita melihat di lapangan kendaraan sedikit terurai dalam antrean,” imbuhnya.

​Kendati demikian, petugas tetap mendapati sejumlah celah pelanggaran. Beberapa pengendara yang diduga tidak memenuhi kriteria bahkan memilih kabur dan memutar balik kendaraan setelah mengetahui adanya pengawasan ketat.

​“Pengawasan ini banyak mobil yang mungkin mau mengantre namun tidak memenuhi kriteria, sudah ada pelanggaran berupa double sehingga dia balik kanan,” kata Arifin.

​Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa saat sidak di SPBU Sarampu, petugas menemukan lima kendaraan yang terindikasi melakukan pengisian BBM secara berulang.

Indikasi serupa juga ditemukan di SPBU Wonomulyo, meski jumlah pastinya masih dalam proses pendataan. Temuan-temuan ini nantinya akan dirangkum dalam laporan resmi sebagai bahan evaluasi pelaksanaan kebijakan bupati.

​Guna menjaga efektivitas penertiban dalam jangka panjang, Satpol PP Polman berencana menyiagakan personel tetap di titik-titik SPBU rawan antrean. Langkah preventif ini diharapkan mampu memberikan rasa adil bagi warga lokal yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan BBM akibat ulah oknum pelangsir.

​“Kita baru rencana menempatkan personel di setiap SPBU, mungkin ada lima sampai sepuluh,” pungkas Arifin, sembari menyebutkan bahwa rencana penempatan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan matang. (*)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x