
Polman, akarnews.id — Puluhan hektare sawah milik warga di Desa Arjosari, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar (Polman) disemprot massal untuk membasmi serangan hama tanaman padi.
Langkah cepat ini diambil guna menyelamatkan panen warga di tengah ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Niño yang melanda kawasan tersebut.
Penyemprotan dan pengendalian hama secara serentak (gerdal) dipusatkan di lahan milik Kelompok Tani Batursari II di Desa Arjosari, Kecamatan Wonomulyo.
Dari total 45 hektare luas hamparan sawah di kawasan tersebut, sekitar 20 hektare menjadi sasaran utama pembersihan hama penggerek batang, penggulung daun, hingga wereng yang mulai mengancam produktivitas sawah petani.
”Pengendalian difokuskan terhadap OPT yang ditemukan pada pertanaman padi, antara lain penggerek batang, penggulung daun, dan wereng sebagai langkah untuk mencegah perkembangan serangan agar tidak semakin meluas dan berdampak terhadap produksi petani,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Disbuntarnak Polman, Muhammad Yunus.
Aksi turun ke sawah ini berpacu dengan waktu. Berdasarkan analisis terbaru BMKG pada Agustus 2026, suhu permukaan laut menunjukkan fenomena El Niño bertahan pada intensitas sangat kuat (anomali SST mencapai +2,18°C) dan diprediksi akan berlangsung hingga awal tahun 2027.
Cuaca yang sangat kering ini membuat ketersediaan air irigasi berkurang, sekaligus mempercepat berkembang biaknya hama tanaman.
Jika tidak segera ditangani, serangan hama yang berpadu dengan keterbatasan air dikhawatirkan memicu kegagalan panen yang merugikan ekonomi rumah tangga petani serta memicu kenaikan harga beras di pasaran lokal.
”Menghadapi musim kering dan kondisi El Niño, kewaspadaan tidak hanya diarahkan pada serangan OPT, tetapi juga terhadap ketersediaan air bagi tanaman.Melalui pengamatan rutin, pengendalian OPT secara terpadu, penggunaan air secara efisien, serta koordinasi yang baik antara petani, kelompok tani, penyuluh dan pemerintah daerah, diharapkan dampak serangan OPT dan musim kering terhadap produksi padi dapat ditekan, sehingga keberlanjutan produksi dan ketahanan pangan Kabupaten Polewali Mandar tetap terjaga,” Kata Muhammad Yunus.
Aksi lapangan di Desa Arjosari ini merupakan kolaborasi bersama antara dinas teknis Pemkab Polman, pengamat hama, tim penyuluh pertanian Wonomulyo, serta dukungan dunia usaha dari PT Agricon Indonesia. Desa Arjosari menjadi titik awal pembersihan hama, dan pemantauan akan terus dilanjutkan ke desa-desa lain di seluruh wilayah Polman.
Petani diimbau untuk terus mengamati kondisi tanaman padi mereka secara berkala. Jika menemukan tanda-tanda munculnya ulat atau serangga pembawa hama, warga diharapkan segera melapor ke petugas penyuluh terdekat agar bantuan obat dan penanganan lapangan bisa langsung diterjunkan.
Hadir dalam Gerdal Kepala Bidang Tanaman Pangan & Hortikultura Disbuntarnak Polman: Muhammad Yunus, beserta tim teknis TPH
Penyuluh & Tim Teknis Kecamatan Kepala BPP, PPL Wonomulyo, dan Tim Teknis Disbuntarnak Kecamatan Wonomulyo, Pengamat Hama (POPT): Sukandar. (Pengamat POPT Kecamatan Wonomulyo) dan Pengurus dan Anggota Kelompok Tani Batursari II Desa Arjosari.


Tidak ada komentar