Bupati Polman Bawa Misi Perbaikan Jalan Pelosok Tutar ke Forum Nasional Kemendagri

Avatar photo
Kamaruddin Kay
24 Jul 2026 09:32
2 menit membaca

POLMAN, AKARNEWS.ID – Warga di kawasan pegunungan Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), Polewali Mandar, berpeluang segera menikmati akses jalan yang lebih layak. Harapan ini muncul setelah Bupati Polewali Mandar,

H. Samsul Mahmud, membawa langsung persoalan infrastruktur pelosok ke hadapan para pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

​Langkah tersebut disampaikan Samsul dalam forum pelatihan kepemimpinan kepala daerah yang digelar oleh Kemendagri, baru-baru ini.

Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan di Tutar sangat mendesak karena kondisi medan yang rusak dan berat selama ini telah mengisolasi warga dari berbagai akses vital.

​Bagi warga Tutar, jalan yang rusak bukan sekadar masalah kenyamanan berkendara. Kondisi ini membuat para petani kesulitan menjual hasil panen, menghambat warga menjangkau rumah sakit atau puskesmas, serta menyulitkan anak-anak untuk pergi ke sekolah.

​”Membangun jalan bukan sekadar menyambungkan satu wilayah ke wilayah lain, tetapi membuka akses kesejahteraan. Kami ingin memastikan warga di kawasan pegunungan mendapat kesempatan yang sama untuk menikmati layanan publik dan ekonomi yang lebih baik,” tegas Samsul dalam keterangannya, Jumat, (24/7/2026).

​Untuk mengatasi masalah menahun ini, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar merancang program bernama GERAK POLMAN (Gerakan Percepatan Konektivitas Jalan Kawasan Tertinggal). Namun, niat ini terbentur oleh terbatasnya anggaran daerah.

​Oleh karena itu, Samsul memanfaatkan forum di Kemendagri untuk melobi pemerintah pusat. Ia berharap ada suntikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membiayai perbaikan jalan di desa-desa tertinggal Polewali Mandar, karena kas daerah tidak akan cukup untuk menanggung semuanya sendirian.

​Agar kucuran dana nanti tepat sasaran, Pemkab Polman tidak akan membangun secara asal-asalan. Mereka akan menggunakan teknologi pemetaan digital untuk menentukan titik jalan mana yang paling rusak dan paling mendesak untuk diperbaiki.

​Dengan pemetaan data yang akurat dan dukungan dana dari pusat, perbaikan jalan di pelosok Polewali Mandar diharapkan bisa segera dieksekusi. Ujungnya, perputaran ekonomi warga desa bisa bergerak lebih cepat tanpa harus terhalang jalanan yang berkubang lumpur atau terputus.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x