
Polman, akarnews.id — Sekitar 10 hektare tanaman padi di Desa Bonne-Bonne, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) terancam penurunan hasil panen akibat serangan hama.
Untuk mencegah meluasnya kerusakan, aksi pembasmian hama massal digelar di kawasan lahan Kelompok Tani Massanra 1 pada Selasa (1/9/2026).
Langkah cepat ini ditujukan untuk mengendalikan tiga jenis hama sekaligus, yakni penggerek batang, penggulung daun, dan wereng.

Disbuntarnak Polman bersama pihak swasta dan petani turun sawah lakukan pembasmian hama secara massal di Desa Bonne-bonne, Kecamatan Mapilli, Polman, Selasa, (1/9/2026).
Wilayah Desa Bonne-Bonne sendiri memiliki total luas persawahan mencapai 294,35 hektare, sehingga penanganan sejak dini menjadi kunci agar potensi kegagalan panen tidak merembet ke area yang lebih luas.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Disbuntarnak Polman, Muhammad Yunus, menyatakan bahwa aksi turun ke lapangan ini merupakan upaya sigap untuk melindungi sumber pendapatan warga lokal.
”Penanganan hama ini harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Kami turun bersama para petani, penyuluh, dan pihak terkait agar populasi hama bisa langsung kita tekan sedini mungkin. Langkah ini penting untuk menyelamatkan tanaman padi milik warga, mempertahankan produktivitas, serta memastikan pendapatan petani tidak merosot akibat gagal panen,” ujar Muhammad Yunus.
Aksi pembasmian hama ini melibatkan sinergi lintas pihak, mulai dari Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (Disbuntarnak) Polman, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), petugas pengamat hama, hingga kelompok tani setempat.
Penanganan juga didukung penuh oleh pihak swasta, PT Maxxi Agri Indonesia, yang menyediakan produk pengendalikan hama melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).
Dalam aksi tersebut, tim gabungan memfokuskan penyemprotan bahan pengendali hama spesifik pada titik-titik tanaman yang menjadi sarang penggerek batang dan wereng.
Pasca-penyemprotan massal, pihak Disbuntarnak Polman bersama para penyuluh akan terus memantau perkembangan kondisi pertanaman di lapangan. Para petani juga diimbau untuk lebih aktif melakukan pengamatan rutin di sawah masing-masing agar gejala serangan baru dapat segera terdeteksi dan ditangani dengan cepat.


Tidak ada komentar