Kucurkan Rp40 Miliar demi Berobat Gratis, Bupati Samsul Mahmud: Hanya Polman di Sulbar yang Berani UHC Mandiri

Avatar photo
Kamaruddin Kay
26 Feb 2026 04:22
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Di tengah tantangan keterbatasan anggaran daerah yang serius, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menegaskan komitmennya untuk tidak memangkas hak dasar warga di sektor kesehatan.

Polman tercatat sebagai satu-satunya kabupaten di Sulawesi Barat yang secara mandiri konsisten membiayai program kesehatan gratis bagi masyarakatnya.

​Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 yang diikuti oleh perwakilan Kecamatan Luyo, Campalagian, Tutar, dan Wonomulyo.

​Samsul mengungkapkan bahwa program Universal Health Coverage (UHC) yang dijalankan Pemkab Polman membutuhkan biaya yang sangat besar, mencapai angka Rp40 miliar. Namun, baginya, kesehatan masyarakat adalah beban sekaligus komitmen moral yang harus dijaga.

​”Cuma Polman di Sulbar yang membiayai kesehatan masyarakat dengan program UHC, yang tentunya membutuhkan biaya cukup besar, yakni sekitar 40 miliar rupiah,” ujar Samsul Mahmud di hadapan para peserta Musrenbang.

​Ia mengakui bahwa kondisi ekonomi dan keuangan daerah saat ini sangat terbatas. Meski begitu, pelayanan kesehatan tidak boleh surut. Strategi yang diambil pemerintah adalah memastikan perencanaan program ke depan dilakukan secara cermat dan tepat sasaran berbasis data.

​”Tentu Musrenbang ini adalah forum yang sangat baik dan partisipatif untuk menentukan arah kebijakan pembangunan daerah mendatang. Meski begitu, kita harus mengakui adanya tantangan serius akibat aspek ekonomi yang sangat terbatas,” tambahnya.

​Selain sektor kesehatan yang menyedot perhatian anggaran, Bupati juga memastikan bahwa perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Polman akan tetap masuk dalam skala prioritas tahun ini. Ia meminta agar setiap usulan dari tingkat kecamatan tetap selaras dengan kebijakan nasional dan provinsi.

​Sebagai penutup, Samsul Mahmud berpesan kepada seluruh aparatur pemerintah untuk terus mengedepankan pelayanan prima. Ia berharap, meski dengan anggaran yang ketat, kesejahteraan dan akses layanan kesehatan masyarakat Polman tetap menjadi yang terdepan di Sulawesi Barat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x