Dorong Percepatan Penurunan Stunting, Bupati Polman Jadi Orang Tua Asuh

Avatar photo
Kamaruddin Kay
8 Nov 2025 09:18
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar Rapat Koordinasi dan Diseminasi Percepatan Penurunan Stunting, Jumat (7/11/2025), di Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Forkopimda, para Kepala OPD, camat, lurah, kepala desa, kepala puskesmas, serta sejumlah dokter spesialis anak, kandungan, dan gizi.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas DP2KBP3A, drg. Sriharni, menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting menjadi bagian penting dari visi dan misi Pemkab Polewali Mandar, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan bebas dari praktik korupsi serta nepotisme.

“Percepatan penurunan stunting juga telah diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2021. Oleh karena itu, kami berharap melalui kerja sama lintas sektor yang kuat, angka stunting di Kabupaten Polewali Mandar dapat terus ditekan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting dengan langkah nyata. Ia bahkan menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi 150 anak stunting di Kecamatan Campalagian.

Bupati yang dikenal dermawan dan aktif dalam kegiatan sosial ini menjelaskan bahwa program “Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting” merupakan upaya kolaboratif yang melibatkan seluruh ASN dan OPD untuk berperan langsung dalam penanganan stunting di wilayah Polman.

“Ini bukan hanya program pemerintah, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral kita terhadap masa depan generasi muda Polman. Saya berharap seluruh ASN dapat ikut ambil bagian dalam gerakan ini,” tegasnya.

Sebagai Orang Tua Asuh, Bupati akan memberikan perhatian penuh terhadap anak-anak stunting di Kecamatan Campalagian melalui sejumlah langkah konkret, antara lain:

– Pemberian asupan gizi tambahan untuk memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi;

– Pemantauan kesehatan berkala oleh tenaga medis;

– Edukasi keluarga terkait pola asuh, sanitasi, dan gizi seimbang.

Kecamatan Campalagian dipilih sebagai lokasi fokus intervensi, karena wilayah tersebut masih mencatat prevalensi stunting yang cukup tinggi. Dengan dukungan langsung dari pimpinan daerah, diharapkan angka stunting di kecamatan ini dapat menurun secara signifikan.

Langkah Pemkab Polewali Mandar ini diharapkan menjadi contoh dan motivasi bagi ASN maupun masyarakat luas untuk turut berperan dalam percepatan penurunan stunting. Kolaborasi lintas sektor diyakini menjadi kunci dalam mencapai target nasional penurunan prevalensi stunting secara berkelanjutan.

Kegiatan Rakor dan Diseminasi ini merupakan inisiatif Dinas DP2KBP3A Kabupaten Polewali Mandar sebagai bentuk komitmen daerah dalam mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan dan ketahanan keluarga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x