Pastikan Harga Wajar, Satpol PP Polman Awasi Pengecer BBM di Tiga Kecamatan

Avatar photo
Kamaruddin Kay
27 Okt 2026 11:13
2 menit membaca

POLMAN, akarnews.id — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) turun tangan mengawasi peredaran dan harga bensin eceran di tingkat pedagang kecil.

Langkah preventif ini dilakukan untuk melindungi daya beli warga lokal dari lonjakan harga yang berpotensi membebani pengeluaran harian masyarakat.

​Pemantauan langsung yang dilaksanakan pada Senin (26/10/2026) ini menyasar tiga wilayah kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Wonomulyo, Kecamatan Mapilli, dan Kecamatan Luyo.

Dalam operasi lapangan tersebut, petugas mendatangi satu per satu titik penjualan bensin eceran untuk memastikan aktivitas perdagangan tetap berada dalam batas wajar.

Saat didatangi petugas, pedagang eceran ramai-ramai menurunkan harga BBM. dari harga Rp 25 ribu menjadi Rp 20 ribu perbotol kemasan 1,5 liter.

​Bagi warga lokal, khususnya pengendara roda dua dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada pengecer harian keberadaan bensin eceran sangat krusial.

Stabilitas harga di tingkat pedagang eceran menjadi penentu utama agar biaya transportasi dan operasional harian masyarakat tidak membengkak di tengah dinamika ekonomi saat ini.

​Dalam pelaksanaannya, personel Satpol PP mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Petugas tidak hanya memantau, tetapi juga berdialog langsung dengan para pedagang agar mereka tidak menaikkan harga secara sepihak yang dapat merugikan konsumen.

​Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Polewali Mandar, Andi Saggap menegaskan bahwa kegiatan pengawasan ini adalah bentuk kehadiran dan kepedulian nyata pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan situasi di tengah masyarakat.

​”Kegiatan pengawasan ini merupakan langkah preventif kami untuk memastikan harga peredaran bensin eceran di masyarakat tetap stabil. Kegiatan pengawasan ini akan terus berlanjut ke seluruh wilayah. Kami sangat berharap kerja sama dari para penjual bensin eceran agar menjual dengan harga normal dan tidak memberatkan warga,” ujar Andi Saggap.

​Melalui pengawasan intensif ini, pemerintah daerah berharap para pelaku usaha eceran dapat terus bersikap kooperatif.

Sinergi antara pedagang dan pemerintah dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga iklim niaga yang sehat serta menciptakan suasana wilayah Polewali Mandar yang kondusif dan tertib. (*)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x