Plafon Kopdes Merah Putih Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Polman ambruk sebelum beroperasi, Senin, (14/9/2026).POLMAN, akarnews.id – Harapan warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar (Polman) untuk segera memanfaatkan fasilitas usaha desa harus tertunda.
Bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang baru selesai dibangun justru mengalami kerusakan pada bagian plafon yang ambruk, Senin (14/9/2026).
Gedung yang rencananya menjadi pusat kegiatan ekonomi warga tersebut belum sempat beroperasi maupun diserahterimakan secara resmi.
Sekretaris Desa Sugihwaras, Hariadi Saputra, membenarkan bahwa pengerjaan fisik bangunan sejatinya sudah tuntas sejak dua bulan lalu. Hariadi mengaku baru mengetahui kerusakan tersebut sekitar tengah hari.
“Saya juga kurang tau pak apa penyebabnya, saya tau sekitar pukul 12 siang,” ujar Hariadi saat ditemui di kantor Desa Sugihwaras, Senin (14/9/2026).
Fasilitas yang berdiri tepat di belakang kantor desa tersebut dibangun di atas lahan hibah milik desa. Meski diperuntukkan bagi kebutuhan warga setempat, pengelola desa mengaku sama sekali tidak terlibat dalam proses pengerjaan fisiknya.
”Tidak ada yang dilibatkan desa, semua Kodim yang kerjakan. Desa hanya menyiapkan lahan yang dibanguni Kopdes,” tambah Hariadi.
Di sisi lain, Pengurus Kopdes Sugihwaras, Rahman, mengonfirmasi kejadian tersebut. Saat plafon roboh, dipastikan tidak ada warga maupun pekerja yang sedang beraktivitas di dalam ruangan.
Padahal, fasilitas penunjang untuk pelayanan warga sudah mulai dimasukkan ke dalam gedung.
“Saya tidak tahu pasti kronologinya, karena tadi itu pas mi jatuh tadi itu, maksudnya sudah kejadian tadi langsung saya lihat tadi pagi. Saya tidak tahu kronologinya seperti apa, saya ndak tahu kena angin atau apa, yang jelas roboh itu pak,” terang Rahman saat dikonfirmasi via WhatsApp.
Rahman menambahkan, proyek tersebut secara umum telah tuntas dan tinggal menyelesaikan perapian akhir.
“Ini kan kalau Kopdes Sugihwaras pak, itu sudah finishing sudah selesai. Itu sudah disuplai rak sama AC, sudah selesai pembangunan. Itu sudah jadi itu, tidak ada lagi aktivitas pembangunan lanjutan,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pekerja tampak langsung memperbaiki kerusakan plafon tersebut. Menurut penuturan tukang di lokasi, material plafon yang digunakan cenderung tipis sehingga rentan roboh.
Ambruknya atap gedung sebelum difungsikan ini menuai perhatian warga sekitar, terutama terkait kualitas fisik bangunan yang kelak akan ramai dikunjungi publik.


Tidak ada komentar