
Polman, akarnews.id — Ancaman gagal panen membayangi para petani di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Demi menyelamatkan mata pencaharian warga di tengah musim kemarau panjang, puluhan hektare tanaman padi di Desa Banua Baru dan Desa Bakka-bakka disemprot obat pembasmi hama secara serentak, Kamis, (27/8/2026).
Langkah darurat ini diambil setelah serangan ulat penggerek batang, penggulung daun, hingga wereng mulai meluas dan menggerogoti tanaman padi milik warga.
Langkah penanganan ini dilakukan oleh Bidang Tanaman Pangan, Disbuntarnak Polman berkolaborasi dengan formulator pertanian seperti Benih Berkah Berseri dan para anggota kelompok tani.
Jika dibiarkan, kerusakan tanaman yang dipadu dengan krisis air akibat cuaca ekstrem dipastikan dapat memicu penurunan hasil panen hingga memicu lonjakan harga beras di pasar lokal.
Aksi pembersihan hama ini dipusatkan di dua wilayah utama. Dari total 173 hektare hamparan sawah di Desa Banua Baru, sekitar 46 hektare milik Kelompok Tani Mesa Ate menjadi target utama penyemprotan.
Sementara di Desa Bakka-bakka, dari 258 hektare total luas lahan, terdapat 31 hektare sawah milik Kelompok Tani Sipenyamanni yang turut dibersihkan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Polman, Muhammad Yunus, menjelaskan bahwa penanganan cepat ini sangat krusial agar sebaran ulat dan serangga tidak makin memburuk.
”Fokus kami membasmi ulat penggerek, penggulung daun, dan wereng yang ditemukan di lapangan. Ini langkah pencegahan agar serangan tidak makin meluas dan merugikan produksi panen petani,” ujar Yunus.
Kondisi di lapangan kini berpacu dengan waktu. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per Agustus 2026, fenomena cuaca ekstrem El Niño diperkirakan bertahan dengan suhu sangat panas hingga awal tahun 2027.
Cuaca terik yang menguras pasokan air irigasi ini justru menjadi lingkungan ideal bagi hama untuk berkembang biak lebih cepat.
Menurut Yunus, keselamatan panen warga kali ini sangat bergantung pada kecermatan membagi air dan kecepatan membasmi hama. Keterlibatan bersama antara petani, petugas lapangan, hingga bantuan pasokan obat dari dunia usaha seperti perusahaan Benih Berkah Berseri menjadi kunci agar produksi beras daerah tetap aman.
Aksi tanggap di dua desa ini menjadi titik awal. Pemantauan berkala akan terus dilanjutkan ke wilayah pesawahan lain di seluruh penjuru Polman.
Para petani mengimbau sesama warga untuk rajin memeriksa kondisi tanaman padi masing-masing secara rutin.
Jika menemukan tanda-tanda keberadaan ulat atau serangga perusak, warga diminta segera melapor ke petugas lapangan terdekat agar bantuan obat-obatan dan penanganan bisa langsung diturunkan ke lokasi. (*)


Tidak ada komentar