Safari Ramadhan di Polman: Momentum Haru Mengenang 40 Hari Wafatnya Salim S. Mengga

Avatar photo
Kamaruddin Kay
12 Mar 2026 21:02
3 menit membaca

POLMAN, AKARNEWS.ID – Suasana penuh khidmat sekaligus haru menyelimuti acara Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang digelar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Kamis (12/3/2026).

Selain mempererat silaturahmi, momentum ini menjadi ajang refleksi atas 40 hari wafatnya Wakil Gubernur Sulbar, almarhum Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini dihadiri oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka, Bupati Polman Samsul Mahmud, Sekda Polman, jajaran DPRD, serta ratusan masyarakat.

Dalam sambutannya yang menyentuh, Gubernur Suhardi Duka mengenang kedekatannya dengan almarhum Salim S. Mengga sejak masa deklarasi hingga memimpin Sulbar. Ia mengaku masih merasakan kesedihan mendalam atas kepergian sosok yang ia anggap sebagai teladan tersebut.

“Semua kenangan itu terekam jelas di memori saya. Kita masih membutuhkan nasihat dan keteladanannya, namun kita harus melepaskan dengan tulus. Cukuplah tangis kita, mari kita yakini bahwa almarhum kini berada di tempat yang jauh lebih baik,” ujar Suhardi Duka dengan nada lirih.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga pesan-pesan almarhum sebagai panduan dalam membangun daerah di masa depan.

Selain sisi emosional, Gubernur Suhardi Duka juga memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Samsul Mahmud atas perbaikan tata kelola pemerintahan di Polman. Berdasarkan data terbaru, Polman menunjukkan performa birokrasi yang impresif.

“Saya berterima kasih kepada Pak Bupati. Indeks Reformasi Birokrasi Polman kini berada di angka 70,88 (Nilai BB), yang berarti tata kelola pemerintahan sudah semakin baik. Begitu juga dengan MCP terhadap korupsi yang mencapai 75,8, angka yang cukup tinggi dibanding daerah lain,” paparnya.

Indikator makro ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi yang mulai naik dan angka kemiskinan yang menurun juga menjadi bukti nyata keberhasilan sinergi antara Pemprov dan Pemkab Polman.

Sebagai lumbung pangan Sulawesi Barat, Polman menjadi fokus utama pengembangan sektor pertanian dan kelautan. Gubernur menekankan pentingnya meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 1,4 menjadi minimal 2,0.

“Kita ingin sawah-sawah di sini minimal dua kali tanam dalam setahun. Tahun ini, Pemprov mengalokasikan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk kelanjutan pembangunan irigasi Lakejo agar fungsionalitas lahan semakin produktif,” tambah Gubernur.

Terkait pemberdayaan ekonomi, pemerintah akan mendorong hilirisasi produk pertanian melalui UMKM:

Sektor Kakao: Pembagian mesin produksi butter untuk meningkatkan nilai tambah produk hingga lima kali lipat.

Pakan Ternak: Memanfaatkan potensi jagung dan dedak lokal untuk memenuhi kebutuhan pakan mandiri.

Sektor Kelautan: Guna menekan inflasi yang dipicu harga ikan, Gubernur meminta alokasi pengadaan 4 hingga 5 kapal tangkap untuk nelayan pada tahun 2027.

Sebelumnya, Bupati Polman Samsul Mahmud melaporkan kesigapan Pemprov dalam membantu korban kebakaran di Pamusuwa dengan bantuan sebesar Rp600 juta. Ia juga melaporkan fenomena luar biasa terkait solidaritas warga Polman yang berhasil mengumpulkan donasi hingga hampir Rp2 miliar.

“Ini adalah pertanda bahwa sinergi dan kolaborasi kita luar biasa. Baik dari sisi bantuan pemerintah maupun kepedulian masyarakat, semuanya bergerak bersama,” tutup Bupati Samsul Mahmud. (Adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x