Polman Bidik Swasembada Pangan Berkelanjutan Lewat Padi Genjah

Avatar photo
Kamaruddin Kay
12 Feb 2026 12:55
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Kabupaten Polewali Mandar (Polman) memulai langkah besar menuju swasembada pangan berkelanjutan. Bupati Polman, Samsul Mahmud, memimpin langsung panen perdana padi genjah varietas M70D di lahan percontohan (Demplot) Desa Tumpiling, Kecamatan Wonomulyo, Kamis (12/2/2026).

​Varietas M70D kini menjadi primadona baru karena masa tanamnya yang sangat singkat (genjah), namun memiliki produktivitas yang melampaui rata-rata padi konvensional. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Polman bersama mitra strategis seperti PT. Semangat Bersama Entrepreneurship, Maxxi Agri, dan Booster Padi.

​Bupati Samsul Mahmud mengaku takjub dengan hasil ubinan di lapangan. Berdasarkan pemantauan, varietas ini mampu menghasilkan hingga 9 ton per hektar hanya dalam waktu 75 hari.

​”Ini sangat luar biasa. Biasanya padi membutuhkan waktu lebih lama, tapi M70D cukup 75 hari dan hasilnya tembus 9 ton. Ini akan menjadi fokus kami untuk diuji coba di lahan dengan karakteristik berbeda,” ujar Samsul Mahmud saat ditemui di lokasi panen.

​Rencananya, ekspansi uji coba akan dilakukan ke wilayah dengan kondisi ekstrem, seperti lahan pesisir berkadar garam tinggi di Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian dan daerah tadah hujan di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi.

​Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura (Disbuntarnak) Kabupaten Polman, Muhammad Yunus, menegaskan bahwa penggunaan varietas ini adalah kunci peningkatan intensitas pertanaman.

​”Langkah inovasi yang melibatkan multipihak seperti CSR ini bertujuan untuk mendukung program swasembada pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Polman. Dengan menggunakan Varietas M70D yang masa tanamnya hanya 75 hari, kita bisa meningkatkan produktivitas pertanian dari IP2 menjadi IP3,” jelas Yunus.

​Sebagai informasi, peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 2 ke 3 berarti petani yang sebelumnya hanya panen dua kali setahun kini bisa memanen hasil hingga tiga kali dalam setahun pada lahan yang sama.

Sementara itu, ​Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (Disbuntarnak) Polman, Jumadil, memaparkan potensi perputaran uang yang masif bagi petani:

“​Luas Lahan Desa Tumpiling seluas 700 Hektar, ​Estimasi 1 Kali Panen: Rp35 Miliar. ​Estimasi IP3 (3 Kali Panen): Menembus Rp100 Miliar per tahun hanya dari satu desa” Ungkapnya.

​Selain fokus pada hasil, Pemkab Polman memprioritaskan kedaulatan benih. Jumadil menegaskan akan mendorong terciptanya penangkaran benih mandiri agar petani tidak tergantung pada pasokan luar daerah dan kualitas hasil tetap terjaga.

​Bupati Samsul Mahmud menutup kegiatan dengan apresiasi tinggi kepada penyuluh pertanian. Ia menghimbau petani untuk tetap solid dan membangun komunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan demi peningkatan pendapatan dan ketahanan pangan daerah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x