Mahasiswa Unasman Soroti BRI Polman Soal Izin Riset, Pimpinan Cabang BRI: Hanya Salah Paham, tapi Sudah Clear

Avatar photo
Kamaruddin Kay
6 Mei 2026 15:19
2 menit membaca

POLMAN, AKARNEWS.ID – Sejumlah mahasiswa Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) menyatakan kekecewaannya terhadap pelayanan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Polewali Mandar. Kekecewaan ini dipicu oleh dugaan perlakuan tidak etis oknum pegawai saat menolak surat permohonan magang dan riset penelitian mahasiswa.

​Ketua BEM Fakultas Agama Islam Unasman, Agus, menilai sikap tersebut tidak sejalan dengan semangat etika pelayanan publik dan dukungan terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, sebagai bank yang memiliki akar sejarah pada rakyat, BRI seharusnya menjadi mitra strategis dalam mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

​”Sangat disayangkan jika BRI Polewali Mandar dikelola oleh oknum yang minim empati. Seharusnya BRI bisa menghormati kreativitas mahasiswa, bukan malah menutup pintu dengan cara yang tidak pantas,” tegas Agus dalam keterangannya.

​Hal senada disampaikan Ketua HMJ, Subair. Ia menekankan bahwa kehadiran mahasiswa murni untuk tujuan akademik dan ingin memahami dunia perbankan secara ilmiah. Ia menyayangkan jika penolakan dilakukan tanpa penjelasan formal dan sikap yang santun.

​”Kami hadir untuk belajar, bukan mengganggu. Jika permohonan ditolak, setidaknya berikan penjelasan yang terang secara tertulis dan tetap menjaga etika,” ujar Subair.

​Menanggapi gejolak tersebut, pihak Fakultas Agama Islam Unasman langsung mengambil langkah antisipatif dengan mendatangi kantor BRI Cabang Polewali Mandar. Upaya ini dilakukan guna mencegah konflik meluas serta meminta klarifikasi terkait dugaan perilaku tidak etis dari oknum pegawai di lapangan.

​Muhammad Adam, selaku Ketua Panitia, mengungkapkan bahwa pihak perbankan telah merespons audiensi tersebut dan berjanji akan memberikan jawaban secara tertulis kepada pihak kampus.

​Klarifikasi BRI: Hanya Kesalahpahaman

Di sisi lain, Pimpinan Cabang BRI Polewali Mandar, Hery Susanto, memberikan klarifikasi terkait situasi yang berkembang. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Hery menyatakan bahwa isu penolakan tersebut hanyalah sebuah kesalahpahaman.

​”Terkait hal tersebut ada kesalahpahaman saja. Tidak ada penolakan dari kami dan sudah clear. Kami tetap bisa menerima, namun memang ada prosedur internal yang perlu kami laksanakan,” jelas Hery saat dikonfirmasi melalui media daring, Rabu, (6/5/2026).

​Ia menambahkan bahwa saat ini surat permohonan dari mahasiswa Unasman tersebut sedang dalam proses penanganan internal. “Prinsipnya kami menerima dan surat permohonan sedang kami proses,” pungkasnya.

​Peristiwa ini menjadi sorotan publik di Polewali Mandar, mengingat pentingnya kolaborasi antara lembaga keuangan dan institusi pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) lokal yang berkualitas melalui ruang riset dan praktik kerja lapangan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x