

POLMAN, AKARNEWS.ID – Menjelang musim tanam, para petani di Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, mulai memasang kuda-kuda untuk mengamankan produksi padi mereka. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus yang dilaksanakan di Desa Parappe, Rabu (06/05/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di lokasi Kelompok Tani (Poktan) Ar Rahmah ini menyasar lubang-lubang aktif di pematang sawah melalui metode pengemposan. Hasilnya cukup signifikan, sebanyak 127 ekor tikus berhasil dikendalikan dalam aksi serentak tersebut.
Pengendalian hama tikus sebelum bibit turun ke sawah dinilai jauh lebih efektif dibandingkan saat tanaman sudah tumbuh.
Saat lahan masih kosong, lubang sarang di pematang atau sekitar lahan lebih mudah ditemukan oleh petani.
Tanaman padi pada fase persemaian dan vegetatif awal sangat rentan. Kerusakan kecil di tahap ini bisa berdampak fatal pada total hasil panen nantinya.
Menekan populasi tikus sejak dini mencegah ledakan hama saat ketersediaan pakan (padi) melimpah di sawah.
Aksi nyata para petani ini mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Kepala Bidang Tanaman Pangan Disbuntarnak Polman, Muhammad Yunus, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif mandiri para kelompok tani ini.
”Kami sangat mendukung upaya mandiri para petani dalam melakukan gerakan pengendalian hama tikus ini. Kesadaran kolektif seperti ini adalah kunci keberhasilan swasembada pangan di daerah kita,” ujar Muhammad Yunus.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh anggota Poktan Ar Rahmah, tetapi juga menjadi ajang kolaborasi antar-petani dan penyuluh lapangan dan Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Campalagin yang dipimpin Jumriah.
Selain itu kegiatan ini juga melibatkan Ketua Poktan Ar Rahmah dan kelompok tani Perdana Mandar dan Assamalewuang.
Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Campalagia. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Desa Parappe, Laliko, Katumbangan, dan Lagi-agi.
Dengan adanya gerakan masif ini, diharapkan risiko serangan hama tikus di wilayah Campalagian dapat diminimalisir, sehingga petani dapat menyongsong musim tanam dengan lebih optimis. (*)


Tidak ada komentar