Bimantara Balanipa Mandar Kecam Aksi Tarian di Atas Makam I Manyambungi Todilaling

Avatar photo
Kamaruddin Kay
17 Nov 2025 20:12
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Yayasan Biya Yang Mulia I Manyambungi Todilaling Arajang Balanipa Mandar (Bimantara) Balanipa Mandar mengecam aksi sejumlah remaja yang menari di atas makam Puang Yang Mulia (PYM) I Manyambungi Todilaling di Desa Napo, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Aksi tersebut viral setelah diunggah oleh akun Pesona Mandar di platform Facebook dan disaksikan ribuan pengguna media sosial.

Dalam video itu, beberapa remaja putri terlihat mengenakan kostum adat dan menari di area pemakaman leluhur Kerajaan Balanipa.

Ketua Umum Bimantara Balanipa Mandar, Andi Muhammad Ardam A, mengatakan pihak keluarga besar Biya PYM I Manyambungi Todilaling telah melakukan diskusi dan keberatan atas aksi itu.

Menurutnya tindakan tersebut sebagai perilaku yang tidak pantas dilakukan di tempat yang sakral.

“Sekelompok Anak Gadis Remaja menggunakan kostum adat menari dan naik diatas pohon tempat PYM I manyambungi Todilaling di makamkan, ini sebuah kekeliruan besar, dianggap sebagai sebuah perlakuan yang tidak terpuji dilakukan dan di pertontonkan melalui media sosial, banyak jalan dan upaya yang bisa diakukan dalam merawat dan menjaga kelestarian budaya leluhur tanpa harus menari diatas makam” Jelas Andi Muhammad Ardam dalam keterangannya yang diterima Akarnews.id, Senin, (17/11/2025).

Lebih lanjut, Ardam mengatakan aksi tarian di atas makam I Manyambungi Todilaliling Arayang Balanipa Pertama adalah hal yang sangat sensitif dan melukai perasaan banyak pihak.

“Saya menegaskan bahwa perbuatan ini bukan sekadar tindakan vandalisme, melainkan penghinaan kolektif yang melukai perasaan mendalam seluruh keturunan Puang Yang Mulia I Manyambungi dan masyarakat adat Mandar. Tindakan ini mencoreng marwah dan martabat Balanipa Mandar di mata publik. Makam adalah simbol penghormatan abadi; menjadikannya panggung tarian adalah bentuk kebiadaban kultural yang tidak bisa ditoleransi” tegasnya.

Ia berharap kelompok tersebut segera mengajukan permohonan maaf secara lisan dan tertulis dihadapan Lembaga Adat Kerajaan Balanipa Mandar dengan membuat video permintaan maaf dan membuat pernyataan bersedia untuk tidak menggunakan video tarian diatas Makam PYM I manyambungi Todilaling dalam lomba atau event manapun dalam bentuk apapun.

“Penjaga makam, Muhammad adam telah menyampaikan permintaan maaf kepada lembaga adat Balanipa Mandar. Ia menyampaikan tidak tahu menahu tentang bentuk kegitan atau aktifitas yang akan dilakukan di atas makam dan penjaga situs tidak masuk karena libur” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x