AKARNEWS.ID, POLMAN – Bencana kebakaran hebat yang melanda permukiman padat penduduk di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) pada Sabtu malam (28/2/2026) memantik simpati dan solidaritas berbagai pihak.
Merespons tragedi tersebut, Fraksi Nasdem DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bergerak cepat turun ke lokasi untuk menyalurkan bantuan langsung kepada para korban.
Bantuan ini merupakan inisiatif kolektif dari lima anggota dewan yang tergabung dalam Fraksi Nasdem DPRD Sulbar sebagai wujud nyata kepedulian terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal.
Sekretaris Fraksi Nasdem DPRD Sulbar, Ary Iftikhar Shihab, menjelaskan bahwa kehadiran mereka di lokasi murni atas dasar kemanusiaan.
”Ini murni kepedulian dari Fraksi Nasdem Provinsi Sulawesi Barat, dan fraksi kami itu berisi lima orang yang diketuai Kakak Abdul Rahim; saya sebagai Sekretaris; Wakil Ketua, Pak Freddy Boy; serta Bendahara dan anggotanya ada Pak Yudiaman dan Kakak Andi Qusyairy. Kami berlima murni melihat bencana dan bentuk kepedulian kami membantu para sesama,” ungkap Ary di lokasi pengungsian.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, Fraksi Nasdem tidak sekadar membawa kebutuhan pokok, tetapi memastikan barang yang diserahkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mendesak di lapangan.
”Selain paket sembako, tadi ada uang tunai, dan peralatan rumah tangga. Barang-barang yang kita bawa ini, kita sudah lebih dulu koordinasi ke Posko, apa yang sangat dibutuhkan sekarang dan masyarakat sedang kekurangan apa,” jelas Ary.
Langkah koordinasi ini diambil untuk mencegah menumpuknya jenis bantuan yang sama di posko pengungsian.
”Jangan sampai bantuan-bantuan yang kami bawa itu menjadi mubazir karena pada saat ini sudah memiliki stok yang kelebihan. Jadi kami membawa seperti peralatan mandi, pakaian dalam wanita dan pria. Itu yang kekurangan dari informasi posko. Ya, itu yang kekurangan, itu yang kami bawa juga,” tegasnya.
Bantuan spesifik yang disalurkan tersebut sangat esensial mengingat para warga terdampak harus mengungsi hanya dengan pakaian di badan.
Kebakaran di Desa Galung Tulu ini terjadi sekira pukul 20.30 WITA, tepat saat warga sedang khusyuk melaksanakan ibadah Salat Tarawih.
Api yang diduga kuat berasal dari kompor salah satu rumah warga yang lupa dipadamkan, dengan cepat melahap sekitar 37 rumah dengan rincian, 29 rumah rata dengan tanah, 5 rusak berat dan 3 rumah rusak ringan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman, Andi Chandra Sigit, mengonfirmasi bahwa musibah ini mengakibatkan 173 jiwa kehilangan tempat tinggal dan menelan satu korban jiwa. Seorang warga lansia berinisial M (61) meninggal dunia diduga akibat serangan jantung setelah syok melihat kediamannya dilalap si jago merah.
Proses pemadaman berlangsung dramatis selama hampir tiga jam. Delapan unit mobil Damkar Pemkab Polman dan dua unit armada tambahan dari Pemkab Majene sempat terkendala akses jalan yang sempit serta kerumunan warga. Berkat kerja keras petugas, api akhirnya berhasil dijinakkan pada pukul 23.50 WITA.
Saat ini, warga terdampak ditempatkan di tenda darurat dan dapur umum yang telah didirikan oleh tim BPBD sejak Minggu dini hari. Bantuan perlengkapan harian seperti yang disalurkan Fraksi Nasdem diharapkan dapat sedikit meringankan beban ratusan jiwa yang kini harus bertahan di posko pengungsian. (*)
Tidak ada komentar