
POLMAN, AKARNEWS.ID – Menjelang tahun ajaran baru pada Juli mendatang, proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Sambaliwali, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) terancam molor. Hingga pertengahan Juni 2026, progres fisik bangunan yang ditargetkan rampung bulan ini baru menyentuh angka 60 persen.
Menurut Kepala Bagian Umum PT Hutama Karya (HK) selaku kontraktor rekanan, keterlambatan megaproyek infrastruktur dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini disebabkan oleh sejumlah kendala teknis di lapangan.
Dilansir dari laman Sulbarexpress.com, Fudi berdalih bahwa akses jalan yang sempit dan kondisi awal lahan menjadi hambatan utama.
”Kendalanya akses jalan, transportasi mobil besar tidak bisa masuk. Selain itu, saat kontrak dimulai Januari lalu, lahannya masih seperti hutan. Jadi harus ada pemerataan lahan terlebih dahulu sebelum konstruksi dimulai,” jelas Fudi saat dikonfirmasi, Sabtu (13/6/2026).
Menyikapi keterlambatan tersebut, pihak PT Hutama Karya kini menerapkan sistem kerja gilir (shift) agar proyek berjalan nyaris 24 jam. Fokus pembangunan saat ini diprioritaskan pada fasilitas-fasilitas utama agar bisa segera difungsikan.
Fasilitas yang didahulukan meliputi guest house (penginapan) di area depan kompleks, gedung Sekolah Dasar (SD), rumah susun guru, dapur laboratorium, kantin, asrama putri, hingga masjid.
”Kami berupaya terus. Pekerja bangunan lembur secara bergiliran untuk mencapai target. Namun, jika pembangunan belum rampung hingga akhir Juni, pihak perusahaan akan melakukan adendum kontrak,” tambah Fudi.
Di sisi lain, intensitas pekerjaan yang tinggi membuat pihak kontraktor memperketat akses masuk ke area proyek seluas enam hektar tersebut. Sejumlah jurnalis beberapa waktu lalu dilarang meliput dan memasuki area proyek.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Sambaliwali ini merupakan program pendidikan berasrama yang digagas pemerintah untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah Sulawesi Barat. Proyek ini berdiri di kawasan perbukitan yang berdekatan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), di atas lahan hibah dari Bupati Polman, Samsul Mahmud.


Tidak ada komentar