AKARNEWS.ID, POLMAN – Perjalanan studi tiru Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar (Polman) ke Bali dalam rangka pengembangan pengelolaan wisata mendapat sorotan publik.
Salah satu sorotan datang dari ketua Asosiasi Wisata Kabupaten Polman, Yusri Mampie.
Menurut Yusri, pejabat Dispop Polman harus mampu menjelaskan ke masyarakat hasil dari perjalanan studi tiru karena menggunakan anggaran daerah dan tidak terkesan jalan-jalan.
“Bidang usaha wisata Dispop harus memaparkan ke masyarakat agar meyakinkan bahwa iniloh hasilnya. Misalnya di desa ini diterapkan hasil perjalanan, begitu juga dengan bidang yang lain agar tidak terkesan jalan-jalan saja jika memang itu betul-betul belajar.” Tegas Yusri saat ditemui di Polewali, Kamis, (12/12/2024).
Yusri juga menyoroti sejumlah pejabat bidang Dispop Polman yang ikut dalam rombongan studi tiru yang tidak memiliki keterkaitan dengan bidang pariwisata.
“Ngapain ini beberapa bidang yang tidak terkait dengan pariwisata berangkat lalu berfoto satu baliho dengan bidang pariwisata, padahal bidang yang lain tidak ada kaitannya dengan pariwisata. Sementara yang mau dikuatkan dalam perjalanan itu adalah pengelolaan wisata” ujarnya.
“Inikan tanda tanya kedua bidang ini, terlepas dari sorotan publik kenapa harus ada studi tiru ke Bali” sambungnya.
Kata dia, perjalanan studi tiru ke Bali ini juga dipertanyakan mengapa harus tujuannya ke Bali. Sementara banyak wilayah di pulau Sulawesi yang pengelolaan wisatanya bagus dan memiliki kemiripan dengan kondisi di Polman.
“Bagi saya Bali bukan satu-satunya tujuan untuk studi tiru. Banyak wilayah di Sulawesi yang wisatanya bagus dan memiliki kemiripan dengan kondisi di Polman bisa ditiru pengelolaan wisatanya” jelas Ketua Asosiasi Pariwisata itu.
Lebih lanjut, menurut Yusri, sejumlah tempat wisata di Kabupaten Polman tidak berkembang bukan karena masyarakat yang tidak sadar wisata. Melainkan kurangnya support dari pemerintah daerah terkait pengembangan wisata.
“Bukan karena masyarakat yang tidak sadar wisata tetapi kurangnya dukungan dari pemerintah. Banyak wisata seperti di Kunyi, Pappandangan, Galeso dan yang lain tapi pertanyaannya adalah seperti apa besaran dukungan dari pemerintah kepada pengembangan wisata” ungkapnya.
“Harusnya pejabat yang harus belajar bagaimana cara mengintervensi anggaran untuk pengembangan objek wisata. Jadi menurut saya perjalanan studi tiru ini kurang efektif” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, di tengah isu defisit anggaran Pemerintah Kabupaten Polman yang yang belum diselesaikan.
Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispop) Kabupaten Polman justru melakukan studi tiru ke Bali dengan memboyong sanak keluarga.
Dalam sebuah foto yang beredar, terlihat sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dispop Polman berangkat ke Bali untuk melaksanakan studi tiru.
Nampak, kepala Dispop, Aco Musaddad bersama kepala bidang olahraga, Mawardi Lahamuddin dan kepala bidang pemuda Junaid serta kepala bidang usaha wisata Iin Sri Nurhaedah terlihat ikut dalam rombongan.
Sejumlah pejabat Dispop Polman ini juga terlihat memboyong keluarganya ke Bali. (*)
Tidak ada komentar