Mamuju, akarnews.id — Modus penipuan berkedok hubungan asmara daring (love scamming) mulai menelan korban di wilayah Sulawesi Barat. Warga diimbau untuk lebih waspada dan tidak mudah tergiur burayu manis dari kenalan di dunia maya.
Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menginstruksikan jajarannya untuk bergerak aktif melindungi warga dari ancaman penipuan digital ini. Langkah nyata dilakukan melalui peningkatan edukasi dan pemahaman keamanan digital bagi masyarakat luas.
”Yang mulai berkembang sekarang ini love scamming, ini perlu menjadi kewaspadaan kita bersama,” tegas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Sulbar, Ridwan, Kamis (6/8/2026).
Penipuan love scamming bekerja dengan cara pelaku mengunggah profil identitas palsu di media sosial atau aplikasi kencan. Pelaku kemudian menjalin komunikasi intensif untuk membangun rasa percaya dan ikatan emosional dengan korban. Setelah korban terperangkap secara emosional, pelaku mulai memeras atau meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan.
Fenomena ini dinilai sangat berbahaya karena menyasar celah emosional warga, hingga berujung pada kerugian finansial yang tidak sedikit.
Ridwan mengungkapkan bahwa penipuan jenis ini sudah memakan korban di wilayah Sulbar. Oleh karena itu, ia meminta warga menjadikan kasus-kasus sebelumnya sebagai pelajaran penting agar tidak ada lagi yang terjerat.
”Ini sudah ada beberapa korban, bahkan di Sulbar. Ini harus jadi pelajaran kita bersama. Jangan mudah mempercayai identitas maupun permintaan transfer dana dari pihak yang dikenal melalui media digital, dan selalu lakukan verifikasi melalui kanal resmi,” pungkasnya.
Tidak ada komentar