

AKARNEWS.ID, POLMAN – Universitas Al Asy’ariah Mandar (Unasman) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mewisuda 300 mahasiswa sarjana yang terdiri dari enam fakultas.
Acara Wisuda Sarjana XXIII dan Dies Natalis XXI Unasman dilaksanakan di Gedung Gabungan Dinas (Gadis), Polewali, Polman pada Selasa, (9/9/2025).
Dua mahasiswi dapat penghargaan wisudawan terbaik. Masing bernama Arini Andini dengan nilai IPK 4.00 dari Prodi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama dan Siti Nurhaliza dengan nilai IPK 4.00 dari Prodi Agrobisnis Fakultas Pertanian.
Kedua mahasiswi wisudawan terbaik ini menyelesaikan masa studi selama 3 tahun 11 bulan.
Acara ini dihadiri sejumlah tamu penting antara lain Bupati Polman, Samsul Mahmud, Anggota DPR RI Komisi X, Lalu Andrian Irfani, Sekda Polman Nursaid Mustafa dan kepala Kopertis wilayah Sulawesi.
Dalam sambutannya, Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud menyampaikan rasa bangga sebagai alumni dari Unasman dan apresiasi atas capaian para wisudawan.
Ia menegaskan bahwa momen wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian, karya nyata, dan kontribusi aktif kepada masyarakat. Ia juga mengajak pihak kampus dan seluruh wisudawan untuk terus menjalin kolaborasi produktif dengan pemerintah daerah.
“Saya teringat 13 tahun yang lalu, tanggal 12 Mei 2012 saya juga berada disini, dengan waktu dan jam yang sama tapi sekarang dengan posisi yang berbeda.” Ungkapnya.
“Untuk membangun daerah, mari kita berkolaborasi. Jadi, hari ini Bu Rektor tidak ada alasan pemerintah daerah tidak membangun kolaborasi dengan Unasman. Bupati hari ini adalah alumni Unasman, jadi tidak ada alasan. Saya yakinkan Bu Rektor, apapun yang ingin dikerjasamakan pada pemerintah daerah, apalagi Pak Sekda adalah bagian dari UNASMAN tidak ada alasan untuk kami menolak. makanya dibutuhkan kolaborasi dan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk membangun daerah di Kabupaten Polewali Mandar.” Jelasnya.
Sementara itu, Rektor Unasman, Chuduriah Sahabuddin menyampaikan dengan bangga kepada kedua wisudawan terbaik.
Selain itu, 300 wisudawan ini memiliki nilai rata-rata IPK 3,41 degan masa studi 4 tahun lamanya.
Berbeda dengan wisuda tahun sebelumnya, kali ini para wisudawan langsung menerima Ijasah di tempat pelaksanaan wisuda.
Chuduriah mengingatkan gelar sarjana ialah hasil proses panjang yang memerlukan kerja keras, pengorbanan materi dan waktu.
“Karena itu, jagalah gelar itu dengan sekuat tenaga, hargai setinggi‑tingginya, untuk pengabdian masyarakat, bangsa, maupun almamater kita,” ungkapnya.
Chuduriah menyebut Unasman saat ini terus meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas tenaga pengajar.
Seperti memberi kesempatan kepada dosen melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Hingga saat ini, sebanyak 18 dosen telah menyelesaikan program doktoral, sementara 16 dosen tahap akhir penyelesaian.
Unasman telah menerapkan kurikulum yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis Outcome.
“Sejak pelaksanaan Program Merdeka Belajar‑Kampus Merdeka pada angkatan pertama tahun 2021 sudah lebih dari 500 mahasiswa dan lebih dari 80 dosen pembimbing lapangan telah terlibat dalam berbagai program Flagship MBKM.” ungkapnya.(*)


Tidak ada komentar