Jelang Kedatangan Presiden ke Polman, PMII Desak Bawa Solusi Nyata soal Kelangkaan BBM dan Krisis Energi

Avatar photo
Kamaruddin Kay
2 Nov 2026 21:45
2 menit membaca

POLMAN, akarnews.id — Menjelang kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri ESDM ke Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, warga setempat dihadapkan pada persoalan mendasar yang mendesak untuk segera diselesaikan.

Mulai dari kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), sulitnya memperoleh tabung gas LPG, hingga pemadaman listrik yang terjadi empat jam setiap hari itu menjadi beban harian yang menghambat aktivitas ekonomi masyarakat hingga membuat masyarakat kian sengsara.

​Menanggapi situasi tersebut, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Polewali Mandar, Nur Jihad, meminta Presiden menjadikan momentum kedatangannya sebagai ruang evaluasi dan memberikan solusi nyata terhadap persoalan yang langsung menyentuh hajat hidup warga lokal, bukan sekadar agenda seremonial belaka.

​”Jangan sampai kehadiran Presiden di Polewali Mandar hanya menjadi agenda seremonial. Kami berharap Presiden Prabowo melihat secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama kelangkaan BBM, LPG, dan pemadaman listrik yang hingga kini masih menjadi keluhan,” tegas Nur Jihad, Senin, (2/11/2026).

​Bagi warga Polewali Mandar, persoalan kelangkaan energi bersubsidi dan tidak stabilnya pasokan listrik bukan sekadar gangguan teknis, melainkan hambatan serius bagi kelangsungan usaha kecil serta aktivitas warga sehari-hari.

Nur Jihad mendesak pemerintah pusat untuk menelusuri akar masalah tata kelola energi, memperketat pengawasan distribusi, serta mengevaluasi kinerja PT PLN agar masyarakat mendapat kepastian layanan.

​Selain itu, PMII juga menyoroti efisiensi anggaran dalam penyambutan kepala negara. Nur Jihad mengingatkan agar besaran biaya operasional kunjungan tidak mencederai perasaan masyarakat yang tengah bergulat dengan kesulitan ekonomi akibat krisis energi di daerah.

​”Jangan sampai biaya penyambutan dan kunjungan Presiden justru lebih besar daripada perhatian pemerintah terhadap kehidupan masyarakat. Kita tentu menghargai kunjungan kepala negara, tetapi jangan sampai anggaran yang dikeluarkan untuk agenda seremonial tidak sebanding dengan upaya pemerintah menyelesaikan persoalan rakyat. Masyarakat membutuhkan BBM yang tersedia, LPG yang mudah diperoleh, dan listrik yang tidak terus-menerus padam,” tambahnya.

​Melalui kunjungan ini, PMII mendesak Presiden Prabowo untuk segera menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar mengambil langkah konkret mengatasi persoalan energi di Sulawesi Barat.

​”Presiden datang bukan hanya untuk melihat pembangunan, tetapi juga melihat persoalan rakyat. Jangan sampai kemegahan kunjungan lebih terlihat daripada kesejahteraan masyarakat. Ukuran kehadiran negara bukan pada seberapa meriah Presiden disambut, melainkan seberapa nyata persoalan rakyat diselesaikan,” tutup Nur Jihadd

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x