Eks Timnas Ardan Aras Dukung Febrianto Wijaya Pimpin Asprov PSSI Sulbar demi Kemajuan Sepakbola

Avatar photo
Kamaruddin Kay
30 Okt 2026 15:46
2 menit membaca

MAMUJU, akarnews.id — Mantan penggawa Tim Nasional Indonesia asal Polewali Mandar (Polman), Ardan Aras, menaruh optimisme tinggi terhadap masa depan sepak bola Sulawesi Barat (Sulbar).

Dukungan ini menyusul pencalonan Febrianto Wijaya sebagai bakal calon tunggal Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulbar yang kini memasuki masa sanggah.

​Bagi warga lokal dan pegiat sepak bola di daerah, kepemimpinan baru ini dinilai sebagai momentum penting untuk mengangkat prestasi si kulit bundar di bumi Mandar.

Pengalaman Febrianto yang memiliki kedekatan emosional dan rekam jejak panjang di dunia sepak bola diyakini mampu menjawab berbagai pekerjaan rumah pembinaan usia dini hingga level profesional di Sulbar.

​”Tentunya ini harapan besar untuk sepak bola Sulbar. Dengan beliau calon tunggal, insya Allah lancar,” ujar Ardan Aras, Jumat (30/10/2026).

​Ardan menilai, sosok Febrianto bukan orang lain di dunia sepak bola. Keterlibatan dan kecintaannya yang mendalam terhadap olahraga ini menjadi modal kuat dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada kemajuan daerah.

​”Beliau itu, kita tahu sendiri beliau adalah pelaku, beliau juga pecinta, juga jiwanya saya lihat adalah sepak bola. Beliau adalah saudara saya,” tambahnya.

​Sebagai pemilik klub lokal Tidola Darma FC dan anggota DPRD, Ardan kerap mendiskusikan masa depan sepak bola regional bersama Febrianto.

Menurutnya, visi dan misi yang diusung sang calon ketua sangat jelas dan berorientasi pada kemajuan jangka panjang.

​”Ketika ada hal-hal, ada kesempatan untuk ketemu atau berdiskusi tidak jauh-jauh dari sepak bola Sulbar yang dibicarakan di tempat kopi atau di mana. Kemudian visi-misi beliau sangat jelas bahwa insya Allah yang terbaik untuk sepak bola Sulbar,” ungkap Ardan.

​Kendati demikian, tantangan di depan mata tidaklah kecil. Warga dan insan sepak bola lokal tentu menantikan aksi nyata dari kepengurusan baru untuk membenahi tata kelola kompetisi dan pembinaan pemain di daerah.

Ardan optimistis pengalaman Febrianto sebagai pengelola akademi selama tiga tahun berturut-turut akan menjadi bekal berharga.

​”Tapi dengan adanya pengalaman baik sebagai pemain, juga sebagai manajer atau direktur akademi tiga tahun berturut-turut kalau tidak salah,” pungkasnya.

​Ardan berharap, pengalaman manajerial tersebut dapat diintegrasikan langsung ke dalam program kerja Asprov PSSI Sulbar, khususnya dalam hal pembinaan talenta muda lokal. “Itu menjadi modal penting atau pengalaman besar. Dan saya pikir tidak akan jauh berbeda di akademi dengan yang akan diterapkan nanti,” tutupnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x