Amankan Sawah dari Ancaman Tikus, Distanpan Polman Intensifkan Gerdal Hama Tikus

Avatar photo
Kamaruddin Kay
6 Nov 2025 12:21
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN — Guna mengamankan areal persawahan dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) utamu yakni hama tikus, Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) bersama dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan para petani di Desa Tumpiling terus mengintensifkan Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT Tikus secara massal dan terpadu, Kamis, (6/11/2025).

Gerakan ini menjadi langkah nyata dalam upaya menjaga ketahanan pangan lokal, mengingat serangan hama tikus yang berpotensi menyebabkan kerugian fatal hingga gagal panen.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Gerdal dilakukan dengan metode pengemposan menggunakan alat fumigator dengan asap belerang untuk membunuh tikus di dalam sarangnya, terutama di area pra-tanam atau di lokasi yang terindikasi sarang aktif.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Distanpan Polman, Muhammad Yunus menekankan pentingnya pengendalian sejak dini, terutama pada fase pra tanam.

“Pengendalian OPT tikus sangat mendesak dilakukan pada masa pra-tanam. Jika tidak segera dikendalikan, populasi awal tikus yang bersarang di lubang-lubang aktif akan meningkat drastis dan berpotensi merusak seluruh pertanaman,” ujarnya

Dalam Gerdal ini, ratusan hama tikus berhasil dibasmi di lahan persawahan. Namun menurut Muhammad Yunus, gerakan ini perlu diintensifkan agar sawah petani terhindar dari serangan tikus.

Selain itu, Muhammad Yunus juga mengatakan bahwa Gerdal ini bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo.

“Kita kan ada program nasional swasembada pangan. Bagaimana kita bisa mewujudkan swasembada pangan kalau lahan produksi petani masih diserang hama terutama tikus. Jadi langkah ini menjadi sangat penting untuk mendukung program nasional itu” Jelasnya.

Pelaksanaan Gerdal ini diharapkan mampu menekan populasi dan tingkat serangan OPT tikus secara signifikan, sehingga tanaman padi petani dapat berproduksi secara maksimal.

Dinas Pertanian juga terus mengimbau petani untuk menjaga sanitasi lahan, melakukan tanam serempak, dan rutin melakukan monitoring agar setiap ancaman serangan dapat ditangani sesegera mungkin. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x