Sekda Nursaid Pimpin Apel, Tekankan Tak Hidup Mewah dan Komunikasi Publik yang Baik

Avatar photo
Kamaruddin Kay
8 Sep 2025 10:25
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Nursaid Mustafa mempimpin apel kinerja ASN di halaman Kantor Bupati Polman, Senin, (8/9/2025).

Dalam sambutannya Nursaid menekakan pentingnya membangun kepercayaan publik melalui kinerja ASN.

“Penting untuk kita sadari bersama akan pentingnya membangun kepercayaan public dengan memaksimalkan peran kita dalam memberikan pelayanan terbaik, ramah dan responsive kepada masyarakat untuk segenap urusan dan informasi yang dibutuhkan” ungkapnya.

“Hal ini akan muda kita laksanakan ketika kita hadirkan ketulusan, keikhlasan, dan kerjasama.

Melalui kesempatan ini pula ijinkan kami menyampaikan kembali sejumlah arahan penting untuk menjaga stabilitas, ketertiban, dan kepercayaan publik, khususnya di tengah situasi masyarakat yang sedang sulit.” Tambahnya.

Nursaid juga menyampaikan sejumlah hal penting yang sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri

Menunda kegiatan yang bersifat seremonial dan dianggap sebagai pemborosan.

Mengatur gaya hidup pejabat agar tidak terlihat mewah sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif atau menjadi bahan pergunjingan di tengah masyarakat.

Sekda juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang baik agar terhindar dari kontroversi yang dapat mengurangi kepercayaan publik.

“Kepada segenap pejabat public harus berhati-hati dalam memberikan pernyataan, menggunakan bahasa yang santun, sopan, dan berempati. Hindari pernyataan provokatif yang dapat menimbulkan kontroversi” Jelasnya.

Selain itu, ia juga menekankan untuk peka terhadap kebutuhan masyarakat dengan menggencarkan program-program yang pro rakyat.

“Memperbanyak dialog dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh buruh, serta melaksanakan kegiatan doa bersama lintas agama. Para pejabat daerah didorong untuk lebih sering turun langsung menemui masyarakat agar memahami kebutuhan dan aspirasi mereka” Ungkapnya.

Sekda juga mengingatkan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang strategis untuk menjamin situasi daerah tetap aman dan terkendali.

“Menjaga agar fokus perhatian publik tidak bergeser menjadi tekanan terhadap kepala daerah, dengan cara menunjukkan kepekaan, kepedulian, dan kerja nyata. Prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati harus menjadi pedoman dalam pengambilan kebijakan” Pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x