Hewan kaki seribu ditemukan dalam menu MBG di salah satu sekolah di Kecamatan Lariang, Kabupaten Pasangkayu, Sulbar.PASANGKAYU, akarnews.id — Program makan gratis yang selama ini dinanti-nanti warga Kabupaten Pasangkayu kembali tercoreng. Alih-alih mendatangkan gizi bagi anak sekolah, menu yang dibagikan justru bikin geleng-geleng kepala setelah warga mendapati hewan kaki seribu hingga jarum pentul bercampur di dalam makanan siswa.
Peristiwa ini mendadak viral setelah diunggah ke media sosial Facebook oleh akun Wildawnty pada, Kamis, (9/9/2026).
Dalam rekaman video tersebut, seekor kaki seribu yang sudah mati tampak jelas bercampur bersama sayur di dalam wadah makan siswa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian mencurigakan itu berlangsung di salah satu Posyandu di Kecamatan Lariang, yang mendapat pasokan dari dapur umum setempat.
Yang membuat para orang tua dan guru kian meradang, insiden tersebut bukan yang pertama kalinya. Informasi yang dihimpun juga bahwa sehari sebelumnya, sebuah jarum pentul juga kedapatan menyusup di dalam wadah makan siswa SMA 1 Lariang.
Rentetan temuan benda asing ini sontak memicu keresahan di tengah masyarakat lokal. Para orang tua murid mulai mempertanyakan jaminan keselamatan bagi anak-anak mereka yang menyantap makanan tersebut setiap hari.
Publik menilai insiden ini bukan sekadar keteledoran kecil, melainkan cerminan rapuhnya pengawasan di dapur penyedia makanan.
Padahal, sebelum sampai ke tangan anak-anak, makanan semestinya melewati berlapis-lapis proses pengecekan ketat mulai dari pemilihan bahan mentah, proses mencuci, memasak, hingga tahap akhir saat makanan dimasukkan ke dalam wadah saji.
Warga kini mendesak pihak pengelola dapur umum dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi total. Keselamatan dan kesehatan anak-anak di sekolah tidak boleh dikompromikan oleh kelalaian dalam menjaga kebersihan makanan. (*)


Tidak ada komentar