Pastikan Mutu Benih Kakao, Dinas Perkebunan Sulbar Lakukan Monitoring Penyaluran Benih di Polman

Avatar photo
Kamaruddin Kay
10 Sep 2025 10:58
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Dalam rangka menunjukkan komitmen terhadap kualitas dan mutu benih kakao yang diserahkan kepada kelompok tani di Sulawesi Barat (Sulbar), Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), didampingi Inspektorat Provinsi Sulawesi Barat, melakukan monitoring penyaluran benih kakao di Kabupaten Polewali Mandar pada Selasa, (9/9/2025).

Monitoring ini dilaksanakan di beberapa kelompok tani yang berada di Kecamatan Alu dan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan benih kakao yang disalurkan memiliki mutu unggul sesuai standar, baik dari segi kualitas fisik, kesesuaian jumlah, maupun kelayakan tanam, sehingga dapat memberikan hasil optimal bagi petani.

Monitoring ini sesuai dengan visi misi gubernur dan wakil gubernur (Suhardi Duka – Salim S. Mengga) pada poin satu yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan dengan memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel.

Muliadi selaku PPK menyampaikan bahwa pengawasan langsung di lapangan merupakan langkah penting untuk menjamin program penyaluran benih tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi penerima.

“Benih yang baik adalah awal dari mencapai produksi tinggi. Kami ingin memastikan petani menerima benih kakao bermutu agar produksi kakao Sulawesi Barat dapat semakin meningkat,” ujar Muliadi

Di tempat terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat Muh. Faizal Thamrin SE mengatakan bahwa Mutu benih adalah kunci keberhasilan budidaya kakao.

“Kami memastikan benih yang sampai ke tangan petani adalah benih unggul yang telah melalui proses seleksi dan sertifikasi,” ujar Faizal

Dengan kegiatan ini, diharapkan pengadaan benih kakao tidak hanya memenuhi target distribusi, tetapi juga memberikan jaminan mutu benih yang baik untuk meningkatkan produksi dan produktifitas kakao sebagai upaya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. (Rls)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x