Refleksi 66 Tahun Polman: Bupati Ajak Warga Introspeksi dan Perkuat Persatuan di Tahun 2026 

Avatar photo
Kamaruddin Kay
31 Des 2025 10:11
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Memperingati hari jadi ke-66 sekaligus menyongsong pergantian tahun, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menggelar Dzikir dan Tabligh Akbar di Masjid Agung Syuhada pada Selasa (30/12/2025).

Acara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh ribuan jamaah, mulai dari jajaran pejabat daerah, unsur Forkopimda, hingga kalangan pelajar dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Bupati Polewali Mandar menegaskan bahwa usia ke-66 merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi besar-besaran, baik secara personal maupun bagi capaian daerah.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan sisa tahun 2025 sebagai bahan introspeksi guna menyongsong tahun 2026 yang lebih gemilang.

​”Hari ini kita berkumpul untuk memperbanyak introspeksi diri. Mari kita lihat apa yang telah kita kontribusikan untuk daerah ini. Yang sudah baik kita pertahankan, dan yang kurang kita perbaiki bersama,” ujar Bupati di hadapan para jamaah.

​Solidaritas untuk Sumatera dan Aceh

Suasana religius tersebut sempat diwarnai keharuan saat Bupati mengajak jamaah memberikan empati kepada warga di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang tengah dilanda musibah bencana alam. Ia menekankan pentingnya solidaritas sesama anak bangsa di tengah perayaan hari jadi kabupaten.

​”Melalui zikir ini, mari kita ketuk pintu langit. Kita doakan saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh agar diberi ketabahan luar biasa untuk bangkit kembali,” tuturnya yang disambut seruan amin oleh ribuan jamaah.

Puncak acara diisi dengan zikir bersama yang dipandu oleh Imam Masjid Agung Syuhada, Sayyid Fadlun Al-Mahdali, dilanjutkan dengan tausiyah dari Ustaz Munu. Dalam ceramahnya, Ustaz Munu menekankan bahwa keberhasilan pembangunan di Polewali Mandar sangat bergantung pada ukhuwah (persaudaraan) dan kedekatan spiritual masyarakatnya kepada Sang Pencipta.

​Acara ini dihadiri lengkap oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda), serta pimpinan Forkopimda. Kehadiran massa yang melimpah, terutama dari kalangan generasi muda, menjadi simbol harapan akan keberlanjutan nilai-nilai religius di Bumi Mandar di masa depan.

​Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan daerah dan bangsa, menandai berakhirnya salah satu agenda utama dalam rangkaian perayaan HUT Kabupaten Polman ke-66 tahun ini.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x