Respon Keluhan Petani Bawang, Bupati Samsul Mahmud Gandeng Tim Ahli Geolistrik Mulai Cari Sumber Air 

Avatar photo
Kamaruddin Kay
21 Apr 2026 19:20
2 menit membaca

POLMAN, AKARNEWS.ID – Komitmen Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani bukan sekadar isapan jempol. Sebagai tindak lanjut nyata dari kunjungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Mamuju, tim ahli geolistrik diterjunkan langsung ke lokasi lahan bawang merah di Kecamatan Balanipa pada Selasa (21/4/2026).

​Langkah ini diambil untuk melakukan survei dan identifikasi titik potensi sumber air tanah guna memastikan ketersediaan air bagi para petani bawang yang selama ini menghadapi tantangan irigasi.

​Dalam aksi lapangan ini, tim geolistrik melakukan pengukuran menggunakan metode resistivitas untuk memetakan kondisi lapisan bawah permukaan tanah. Fokus utama dari survei ini adalah menemukan akuifer atau lapisan pembawa air serta menentukan perkiraan kedalamannya.

​Dengan metode ini, penyediaan infrastruktur air nantinya diharapkan tidak lagi berdasarkan perkiraan semata, melainkan data ilmiah yang akurat. Hal ini bertujuan agar titik pengeboran yang direkomendasikan benar-benar layak, tepat sasaran, dan efisien secara anggaran.

​Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura, Disbuntarnak Polman, Muhammad Yunus mengatakan kehadiran tim teknis di lapangan ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud.

Keseriusan pria yang akrab disapa Aji Assul ini terlihat dari kecepatan koordinasinya dengan pihak BWS hanya berselang singkat setelah ia meninjau langsung kondisi para petani di lapangan beberapa waktu lalu.

Kata Yunus, bagi Bupati Samsul Mahmud, keluhan petani di Kecamatan Balanipa dan Campalagian mengenai sulitnya akses air adalah prioritas yang harus segera dicarikan solusinya. Ia memahami bahwa produktivitas bawang merah di wilayah tersebut merupakan salah satu tulang punggung ekonomi daerah yang tidak boleh terganggu oleh kendala teknis irigasi.

​”Bapak Bupati tidak ingin hanya mendengar laporan di balik meja. Beliau turun langsung, melihat kondisi tanah yang mulai mengering dan segera mengoordinasikan dengan BWS agar dilakukan survei sumber air. Ini adalah bentuk respons cepat beliau atas aspirasi masyarakat,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Muhammad Yunus.

​Muhammad Yunus menambahkan bahwa hasil dari survei geolistrik ini akan menjadi dasar utama bagi pemerintah untuk melakukan tindak lanjut pembangunan infrastruktur pengeboran air.

​“Harapannya, kebutuhan air petani dapat segera terpenuhi sehingga mendukung praktik budidaya yang lebih baik dan berkelanjutan. Jika air tersedia sepanjang musim, maka indeks pertanaman kita bisa meningkat,” tambah Yunus.

​Langkah strategis ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi para petani di Balanipa dan Campalagian, sekaligus mempertegas posisi Polewali Mandar sebagai sentra hortikultura yang tangguh di Sulawesi Barat.

​Pemerintah daerah menargetkan, setelah rekomendasi titik pengeboran keluar, proses penyediaan fasilitas air akan segera dieksekusi agar petani dapat menghadapi musim tanam berikutnya dengan lebih optimis. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x