Demi Bayar Cicilan Motor, Komplotan di Mamuju Nekat Gasak 1,5 Ton Sawit

Avatar photo
Kamaruddin Kay
27 Jan 2026 14:04
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, MAMUJU – Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Polresta Mamuju kembali menunjukkan taringnya pada hari kedua Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Marano 2026.

Seorang pria berinisial SD alias Dimang (32) berhasil diringkus setelah terdeteksi terlibat dalam sindikat pencurian buah sawit.

​Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan oleh Tim Resmob Polresta Mamuju bersama Unit Reskrim Polsek Tommo pada Selasa (27/1/2026).

​”Benar, tim gabungan berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial SD. Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya intensif kami dalam Operasi Pekat Marano tahun ini,” ujar Iptu Herman Basir saat dikonfirmasi media.

​Aksi kriminal ini terungkap saat personel kepolisian tengah melakukan patroli rutin. Para pelaku yang sedang beraksi sempat tepergok oleh petugas.

Panik melihat kehadiran polisi, komplotan ini kocar-kacir melarikan diri ke dalam hutan dan meninggalkan kendaraan operasional mereka di lokasi kejadian.

​Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku SD mengaku nekat mencuri sawit demi memenuhi kebutuhan ekonomi.

​”Pelaku mengaku uang hasil penjualan sawit curian tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar cicilan sepeda motor,” tambah Herman.

​Meski SD telah berhasil diamankan, polisi masih memiliki pekerjaan rumah untuk meringkus tiga rekan pelaku lainnya yang berhasil lolos. Identitas ketiganya telah dikantongi petugas, yakni MY (35), DW (30), dan JM (40). Saat ini, pengejaran intensif masih terus dilakukan di lapangan.

​Dalam pengungkapan kasus ini, Polresta Mamuju berhasil menyita sejumlah aset yang digunakan pelaku serta hasil kejahatan, di antaranya:

​1 unit mobil dump truck (kendaraan pengangkut), q unit sepeda motor, 2 unit handphone, buah sawit dengan berat total kurang lebih 1,5 ton.

​Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari komitmen Polresta Mamuju dalam menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Polisi memastikan tidak akan memberi ruang bagi segala bentuk tindak kriminalitas yang meresahkan warga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x