

POLMAN, AKARNEWS.ID – Dalam upaya menjaga stabilitas produksi pangan dan mencapai target swasembada, Dinas Perkebunan, Holtikultura dan Peternakan (Disbuntarnak) Kabupaten Polman bersama Formulator Agricon melakukan aksi nyata di sektor pertanian.
Pada hari ini, Kamis, (9/4/2026) dilaksanakan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), khususnya hama Penggerek Batang, yang berlokasi di hamparan sawah Kelompok Tani Tamalanre, Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli.
Aksi tanggap darurat ini dilakukan menyusul adanya laporan serangan hama yang mulai mengancam produktivitas petani setempat di lahan seluas 22 Hektar (Ha).
Disbuntarnak Polman bersama Agricon melakukan pengendalian hama di lahan seluas 2 Hektare milik petani yang mengalami rusak berat.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan para petani, tetapi juga didukung penuh oleh berbagai pihak untuk memastikan pengendalian berjalan efektif dan tepat sasaran.
Pihak Formulator, yang memberikan edukasi mengenai penggunaan pestisida secara tepat.
Menariknya, sumber anggaran dalam gerakan ini berasal dari dana Swadaya (CSR/Perusahaan), yang diwujudkan melalui pengadaan paket Insektisida dan Fungisida berkualitas untuk memulihkan kondisi tanaman.
Tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk mengantisipasi penyebaran OPT agar tidak meluas ke 20 hektar lahan lainnya di Desa Rumpa. Penggerek batang dikenal sebagai “musuh dalam selimut” bagi petani padi karena serangannya dapat menyebabkan gejala sundep atau beluk yang berujung pada penurunan produksi secara drastis.
”Jika tidak segera dikendalikan, kerusakan akibat penggerek batang ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan tentunya mengganggu target swasembada pangan daerah,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan, Disbuntarnak Polman, Muhammad Yunus.
Melalui langkah pengendalian ini, diharapkan tanaman padi yang terdampak dapat segera pulih, dan para petani di Kelompok Tani Tamalanre dapat meminimalisir kerugian serta meraih hasil panen yang maksimal. (*)


Tidak ada komentar