Warga Matangga Terisolasi akibat Longsor, Anggota DPRD Sulbar Jalaluddin Turun Tangan Bawa Alat Berat Pribadi

Avatar photo
Kamaruddin Kay
16 Mei 2026 20:46
3 menit membaca

POLMAN, AKARNEWS.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat, Jalaluddin, mengambil langkah tegas dengan mengerahkan alat berat pribadinya untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor di Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Aksi cepat tanggap ini dilakukan sebagai bentuk protes keras sekaligus solusi atas lambannya penanganan darurat dari pemerintah daerah yang terbentur urusan administrasi.

​Legislator dari Fraksi PKS tersebut mengaku sangat kecewa dengan lambatnya birokrasi di tengah kondisi krisis yang mengorbankan masyarakat.

Dari hasil pantauannya di lapangan, terdapat sedikitnya 25 titik longsor yang melumpuhkan total urat nadi perekonomian warga, memutus akses utama jalur strategis penghubung Kecamatan Matangnga menuju Kabupaten Mamasa.

​”Sebenarnya perlu ada percepatan, ini penanganan darurat. Tadi alasannya pengurusan administrasi perjalanan untuk alat (milik pemerintah) belum selesai. Jadi menurut saya, persoalan itu dibelakangkan! Artinya percepatan lah dulu, penanganan dulu. Kasihan masyarakat, karena ini akses utama menuju perkotaan,” tegas Jalaluddin saat ditemui di lokasi, Sabtu (16/5/2026).

​Didorong oleh rasa tanggung jawab moral kepada konstituennya, alat berat milik Jalaluddin tiba di lokasi bencana pada Sabtu siang, sekitar pukul 11.15 WITA, dan langsung beroperasi mengikis tumpukan material tanah dan batu yang menimbun badan jalan.

​Menurutnya, langkah taktis tanpa menunggu alat dari pemerintah ini terpaksa diambil karena warga setempat sudah sangat menderita. Ketiadaan akses membuat warga harus berjalan kaki sejauh belasan kilometer, dan melumpuhkan berbagai agenda penting kemasyarakatan di wilayah tersebut.

Selain memutus jalur lalu lintas lintas-kecamatan, Jalaluddin menyebutkan bahwa material longsoran dari area pegunungan itu juga menghantam pemukiman, mengakibatkan empat rumah warga dilaporkan rusak parah.

​”Untuk gerak cepat, saya sudah kerahkan alat berat pribadi saya. Kami sebagai anggota DPRD betul-betul terpanggil untuk segera membuka akses jalan ini. Inilah fungsi kami, selama masih bisa membantu, pasti kami bantu,” ungkapnya.

​Meski memilih bergerak secara mandiri di awal, Jalaluddin memastikan pihaknya tetap membuka ruang sinergi. Ia telah menginstruksikan koordinasi dengan UPTD Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Barat yang berbasis di Majene, serta Pemerintah Kabupaten Polman agar proses evakuasi dan pemulihan jalur provinsi ini dapat berjalan paralel. Jalaluddin memproyeksikan, dengan pengerjaan yang serius dan terintegrasi, akses vital Matangnga–Mamasa bisa kembali normal dalam waktu lima hari ke depan.

​Sebagai wakil rakyat yang memahami kondisi topografi dapilnya, Jalaluddin mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk segera merevolusi strategi mitigasi bencananya, khususnya di wilayah Polman.

​”Saya berharap ke depannya ada alat berat yang stand by atau disiagakan secara permanen di Kecamatan Matangnga. Jadi begitu hujan lebat dan ada longsor kecil, bisa langsung dieksekusi tanpa harus menunggu pengurusan administrasi yang memakan waktu dari luar daerah,” pungkas Jalaluddin memberikan rekomendasi tegas.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x