Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, YKPM Gelar Pertemuan Tim Layanan K2P2 di Desa Lampoko

Avatar photo
Kamaruddin Kay
9 Apr 2026 11:35
2 menit membaca

POLMAN, AKARNEWS.ID – Sebagai langkah konkret dalam menekan angka kekerasan serta perkawinan anak, Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM) Sulawesi Selatan kembali melaksanakan agenda strategis di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Kegiatan Pertemuan Tim Layanan Kelompok Kader Perempuan Peduli (K2P2) ini digelar di Desa Lampoko, Kamis, (9/4/2026) dan di Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung yang dijadwalkan besok.

​Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari agenda Kick-Off Meeting dan sosialisasi program yang telah dilaksanakan sebelumnya pada bulan Maret lalu.

Kini, fokus utama dialihkan pada penguatan kapasitas teknis para kader yang telah resmi dikukuhkan melalui SK Kepala Desa di masing-masing wilayah.

Untuk diketahui, ​masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) masih menjadi tantangan besar. Meski data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat angka yang relatif kecil—seperti 10 kasus di tahun 2023—hal ini diyakini sebagai fenomena “gunung es”, di mana banyak kasus yang terjadi di masyarakat namun tidak dilaporkan.

​Selain kekerasan, angka perkawinan anak juga menjadi atensi serius. Data menunjukkan hingga Mei 2023, terdapat sekitar 1.347 kasus perkawinan pada rentang usia 15–19 tahun.

Kehadiran K2P2 diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam meminimalisir serta menyelesaikan kasus-kasus tersebut di tingkat akar rumput.

​Dalam pertemuan yang dihadiri oleh anggota tim layanan dari masing-masing desa ini, para kader dibekali dengan keterampilan merespons laporan warga. Melalui metode diskusi dan tanya jawab, pertemuan ini menghasilkan dua output utama yakni

​Kesepakatan Mekanisme Kerja: Alur koordinasi dalam merespons permasalahan perempuan dan anak di desa telah tersusun secara sistematis dan

​Protokol Respons Laporan: Langkah-langkah konkret yang harus dilakukan kader saat menerima pengaduan dari warga untuk memastikan pendampingan yang tepat.

​Program penguatan sistem pengaduan berbasis masyarakat ini terlaksana atas kerjasama YKPM dengan Pemerintah Desa Lampoko dan Batulaya, serta mendapatkan dukungan penuh dari Kedutaan Swiss di Jakarta.

​Dengan terbentuknya mekanisme kerja yang jelas, Kader K2P2 kini tidak hanya sekadar simbol, tetapi telah bertransformasi menjadi ujung tombak yang memiliki bekal informasi dan keterampilan mumpuni.

Hal ini diharapkan mampu menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak, serta mendorong kesejahteraan yang lebih baik di Kabupaten Polewali Mandar. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x