Debat Kedua Pilkada Polman Disorot Paslon, Siaran Live Televisi Lokal Dialihkan Jadi Siaran Tunda

Avatar photo
AKAR NEWS
19 Nov 2024 10:00
3 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Debat kedua pilkada Kabupaten Polman yang dilaksanakan di Gedung Gadis, Senin, (18/11/2024) menuai sorotan.

Salah satunya datang dari calon bupati Polman nomor urut 4 Dirga Adhi Putra Singkarru.

Dirga memberikan saran dan masukan kepada KPU Polman agar lebih memperhatikan kualitas pengeras suara dan lampu sorot dalam penyelenggaraan debat.

Kualitas pengeras suara yang digunakan dalam debat dinilai kurang bagus. Terkadang suara pasangan calon ketika menyampaikan pendalaman visi-misi tidak terdengar.

Selain itu posisi lampu sorot yang berada ditengah juga disoroti karena paslon nomor urut 1 dan 4 yang berada di ujung paling kiri dan kanan kurang mendapat pencahayaan.

“Ini hanyalah kendala teknis yang sebenarnya tidak terlalu besar apalagi kegiatan ini juga disiarkan lansung oleh KPU Polman jadi menyesuaikan seperti pencahayaan. Kalau lampu sorotnya dimatikan mungkin akan gelap dan kalau dinyalakan peserta debat akan silau, jadi serba salah” ucapnya seusai debat.

“Secara garis besar dalam penyelenggaraan debat yang diselenggarakan oleh KPU Polman, kami puas karena mereka bisa merangkai acara debat ini dengan beberapa segmen dengan waktu yang cukup dan juga pertanyaan yang berbobot,” tutupnya.

Selain kualitas sound dan lampu, acara debat publik kedua ini juga terkendala pada siaran live televisi lokal.

Televisi lokal TVRI Sulbar tidak dapat hadir karena beberapa kendala. panitia penyelenggara hanya menggandeng rekanan penyiaran milik swasta asal Kotamdaya Pare-Pare, Sulsel, yang menyiarkan live melalui kanal youtube KPU Polman.

Ketua divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Polman Andi Rannu mengungkapkan, terkendalanya siaran langsung televisi lokal ini kemudian akan dialihkan menjadi siaran tunda.

”Kita live secara media karena jelas regulasinya. Ada beberapa kendala untuk siara live televisi lokal kita maka ini akan menjadi siaran tunda di TVRI Sulbar, kendala pada KPU Polman karena ada bersamaan jadwal debat publik yang digelar siang hari di Majene dengan TVRI, ” beberAndi Rannu.

Menurut Andi Rannu, pihaknya sudah mencoba melakukan penyiaran live debat publik kedua dengan stasiun penyiaran televisi publik lokal, namun masih juga tetap ada kendala.

” Terkait lampu sorot dan sound system di acara debat ini hanya merupakan kendala teknis, karena lokasi debat Gedung Gadis Polewali sudah beberapa kali menjadi acara debat kandidat dan selalu persoalannya selalu sama, ” tuturnya.

Untuk diketahui, alokasi anggaran debat yang dilaksanakan KPU Polman sebanyak 330 juta dalam dua kali pelaksanaan debat.

Sebelumnya, Sekertaris KPU Polman Baharuddin menyampaikan stasiun penyiaran debat publik syaratnya harus berpengalaman menyiarkan debat paslon kepala daerah, Karena ada kerangka acuan yang persyaratkan oleh KPU Polman.

”Event organizer(EO) juga harus melakukan penawaran ke KPU Polman, dan EO pemenang acara debat ini adalah perusahaan dari Makassar, anggarannya Rp 165 juta per sekali debat atau 330 juta untuk dua kali acara debat, ” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x