Jangan Salah Baca! Bedakan Tanggal Produksi dan Kedaluwarsa Obat 

Avatar photo
Kamaruddin Kay
6 Agu 2026 12:38
3 menit membaca

Oleh: Apt. Hilyah Fadhilah Al Hamdani, S. Farm

OPINI – Kesalahan membaca informasi pada kemasan obat masih sering terjadi di masyarakat. Salah satu yang paling umum adalah salah mengartikan tanggal produksi sebagai tanggal kedaluwarsa. Contohnya, pada kemasan obat berwarna kuning, tercantum dua tanggal: NOV 25 dan NOV 29.

Contoh obat.

Banyak pasien mengira NOV 25 adalah tanggal expired, padahal sebenarnya itu adalah tanggal produksi, sedangkan NOV 29 adalah tanggal kedaluwarsa. Kesalahan sederhana ini bisa berdampak besar. Obat yang sudah melewati masa kedaluwarsa dapat kehilangan khasiatnya, bahkan berpotensi menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Sebaliknya, jika pasien membuang obat yang masih layak karena salah membaca tanggal, maka terjadi pemborosan dan penurunan efisiensi pelayanan kesehatan. Memahami perbedaan antara tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa adalah langkah penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas pengobatan.

Tanggal produksi menunjukkan kapan obat tersebut dibuat di pabrik. Informasi ini berguna untuk melacak umur produk dan memastikan bahwa obat masih dalam masa edar yang diizinkan.

Sedangkan tanggal kedaluwarsa menandakan batas waktu aman penggunaan obat tersebut. Setelah melewati tanggal ini, kualitas dan efektivitas obat tidak lagi terjamin. Biasanya, jarak antara kedua tanggal ini adalah beberapa tahun, tergantung jenis obat dan bahan aktifnya.

Sayangnya, tidak semua kemasan obat mencantumkan penjelasan yang jelas, sehingga masyarakat sering bingung. Di sinilah peran tenaga kesehatan dan apoteker menjadi sangat penting.

Saat memberikan obat, mereka perlu menjelaskan secara sederhana kepada pasien: “Tanggal pertama adalah waktu obat dibuat, sedangkan tanggal kedua adalah batas aman penggunaannya.” Edukasi singkat seperti ini bisa mencegah kesalahpahaman yang berpotensi membahayakan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kemasan obat sebelum dikonsumsi. Pastikan kemasan tidak rusak, warna dan bentuk obat masih normal, serta tanggal kedaluwarsa belum terlewati. Jika ada keraguan, jangan ragu untuk bertanya kepada apoteker atau petugas kesehatan.

Langkah kecil ini bisa menjadi kebiasaan baik yang menjaga keamanan penggunaan obat di rumah tangga. Kesadaran membaca label obat dengan benar juga menjadi bagian dari literasi kesehatan masyarakat.

Di era informasi yang serba cepat, masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk memahami detail penting pada kemasan obat, mulai dari dosis, cara penggunaan, hingga tanggal kedaluwarsa.

Dengan begitu, pasien tidak hanya menerima obat, tetapi juga memahami cara penggunaannya dengan benar dan aman. Bacaan ini mengingatkan kita bahwa kesehatan bukan hanya soal minum obat, tetapi juga memahami informasi yang tertera di kemasannya.

Kesalahan membaca satu baris tulisan bisa berakibat pada pengobatan yang tidak efektif atau bahkan berisiko bagi tubuh. Mari biasakan membaca label obat dengan teliti sebelum digunakan, karena langkah sederhana ini adalah bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kualitas hidup.

Dan mari juga biasakan tidak mengambil informasi dari sumber yang tidak jelas mengenai keluhan kesehatan yang dialami. Jika merasa tidak sehat, bertanyalah kepada petugas kesehatan atau kunjungi fasilitas kesehatan terdekat.

Informasi yang benar dan terpercaya adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.

“Baca sebelum minum, pahami sebelum percaya.” Dengan edukasi yang tepat, masyarakat akan semakin cerdas dalam menggunakan obat, dan pelayanan kesehatan akan berjalan lebih aman dan efektif.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x