POLMAN, akarnews.id — Warga Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, kembali harus menelan kekecewaan. Rencana kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk meresmikan 1.403 Lokasi Listrik Perdesaan (Lisdes) dan 15 Pembangkit Energi Terbarukan (EBT) secara nasional yang dipusatkan di Bumi Tipalayo dipastikan batal pada Rabu (4/11/2026).
Pembatalan mendadak ini menjadi yang kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir setelah rencana kehadiran kepala negara sebelumnya juga batal tanpa kejelasan pasti.
Padahal, masyarakat lokal dan pemerintah daerah telah mematangkan berbagai persiapan penyambutan di lokasi utama, yakni Gedung Gadis, Lapangan Pancasila, Kecamatan Polewali.
Berdasarkan surat resmi Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM tertanggal 3 November 2026 dengan nomor T-3545/KM.05/DJL/2026 yang merupakan tindak lanjut dari surat tanggal 2 November 2026.
Agenda besar yang sedianya turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Transisi Energi dan Hilirisasi/Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, terpaksa ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.
Bagi warga lokal, penundaan ini bukan sekadar urusan protokol kenegaraan yang batal.
Kehadiran fasilitas listrik perdesaan dan energi terbarukan sangat dinantikan untuk mendongkrak aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah-wilayah terpencil yang selama ini mendambakan penerangan memadai.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian ESDM belum merinci alasan pasti di balik pengunduran jadwal tersebut. Kementerian hanya menyampaikan permohonan maaf serta apresiasi atas kerja sama dari seluruh pihak yang terlibat.
”Kementerian hanya menyampaikan permohonan maaf serta apresiasi atas kerja sama dari seluruh pihak yang terlibat.”
Meskipun pusat acara batal mendatangkan Presiden secara langsung, kegiatan peresmian nasional ini sedianya dirancang untuk terhubung secara interaktif (teleconference) dengan 10 lokasi relay di berbagai provinsi serta disiarkan secara langsung (live streaming) di 25 provinsi lainnya.
Warga Polman kini berharap penundaan ini tidak berlangsung lama agar hak mereka atas akses energi yang merata bisa segera diresmikan. (*)
Tidak ada komentar