Hujan Mulai Turun di Danau Poso Belum Cukup Pulihkan Pasokan Listrik, PLN Terus Upayakan Pemulihan

Avatar photo
Kamaruddin Kay
4 Nov 2026 18:21
3 menit membaca

MAKASSAR, akarnews.id – Warga di berbagai wilayah Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) hingga kini masih harus menghadapi ketidaknyamanan akibat pembatasan pasokan listrik.

Krisis ini dirasakan langsung oleh masyarakat setelah daya mampu pasok Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso mengalami penurunan drastis sebesar 315 megawatt (MW) dari kondisi normal.

​Berdasarkan data per 4 November 2026, daya mampu pasok PLTA Poso yang biasanya mencapai 515 MW kini tinggal tersisa 200 MW.

Penurunan kapasitas produksi ini dipicu oleh menyusutnya ketersediaan air di wilayah tangkapan Danau Poso akibat kemarau panjang imbas fenomena El Nino yang berkepanjangan.

​Data hidrologi PT Poso Energy per 3 November 2026 mencatat tinggi muka air Danau Poso berada di angka 509,402 meter di atas permukaan laut (mdpl), turun 2 sentimeter dari hari sebelumnya. Situasi diperparah oleh tidak seimbangnya debit air masuk (inflow) yang hanya 28,67 meter kubik per detik, jauh tertinggal dari debit air keluar (outflow) yang mencapai 109,89 meter kubik per detik guna memutar turbin pembangkit.

​Meski hujan terpantau mulai turun di sekitar wilayah Danau Poso, curah hujan yang ada dinilai masih sangat terbatas dan belum cukup untuk mendongkrak ketersediaan air secara signifikan.

Padahal, kontribusi sektor air dari PLTA memegang peranan vital hingga lebih dari 30 persen dalam menopang keandalan sistem kelistrikan Sulbagsel.

​General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Didik Wicaksono, mengakui bahwa kondisi tersebut langsung berdampak pada ketersediaan daya bagi masyarakat di lapangan.

Pihaknya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang harus dirasakan warga selama masa pemulihan ini.

​“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat kondisi pasokan listrik saat ini. Atas kondisi tersebut, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. PLN terus berupaya mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia dan melakukan berbagai langkah pemulihan. Kami juga memohon dukungan dan doa masyarakat agar kondisi cuaca dan hidrologi di wilayah Danau Poso segera membaik,” ujar Didik.

​Sebagai langkah percepatan penanganan, PLN bersama instansi terkait telah menjalankan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sejak 21 Oktober 2026 hingga 4 November 2026.

Hingga laporan 3 November lalu, program TMC ini telah merealisasikan sembilan sortie penerbangan dengan total durasi terbang selama 19 jam 34 menit serta menghabiskan 9.000 kilogram bahan semai di langit Danau Poso.

​Kendati demikian, efektivitas TMC sangat bergantung pada dinamika atmosfer dan pertumbuhan awan di lapangan, sehingga pemulihan total fungsi hidrologi danau masih memerlukan waktu serta proses pemantauan secara berkelanjutan.

Guna meredam dampak yang lebih luas bagi warga, PLN terus melakukan pengaturan beban dan pengelolaan sistem kelistrikan secara cermat.

​Di tengah upaya pemulihan yang terus berjalan, PLN turut mengimbau warga lokal agar ikut berpartisipasi dengan cara menggunakan energi listrik secara bijak dan efisien di rumah masing-masing, sembari menunggu kondisi cuaca dan suplai air kembali normal. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x