Para Petani di Desa Rappanh Barat, Kecamatan Mapilli, Polman melakukan Gerdal hama massal dibantu Disbuntarnak Polman dan PT. Benih Berkah Berseri, Rabu, (16/9/2026).POLMAN, akarnews.id — Warga tani di Desa Rappang Barat, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, bergerak cepat melakukan pembasmian hama serentak guna menyelamatkan tanaman padi mereka dari ancaman gagal panen, Rabu (16/9/2026).
Sebanyak 5 hektare sawah yang mulai diserang hama penggerogot tanaman langsung digempur bersama.
Aksi lapangan ini terlaksana berkat kolaborasi Dinas Pertanian Polewali Mandar bersama warga yang turut menggandeng pihak swasta dari perusahaan pupuk dan benih PT Benih Berkah Berseri (BBB) melalui program kepedulian sosial perusahaan.
Langkah sigap ini diambil agar serangan hama seperti penggerek batang, penggulung daun, dan wereng tidak menyebar luas ke ratusan hektare sawah lainnya yang menjadi sumber penghidupan warga setempat.
Dari total 455,55 hektare luas hamparan sawah di Desa Rappang Barat, kelompok tani setempat mengelola sekitar 13 hektare lahan, di mana sepertiganya sempat terancam serangan hama. Tanpa penanganan kilat, para petani terancam merugi besar dan kehilangan hasil panen.
Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Polewali Mandar, Mohammad Jumadil, menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan menyelamatkan hasil jerih payah petani adalah kekompakan dan semangat gotong royong di tengah warga.
”Gotong royong adalah kekuatan utama kita. Pemerintah hadir mendampingi, tetapi kesadaran dan kebersamaan petani untuk bergerak serentak di lapangan adalah penentu utama agar tanaman padi kita selamat dari ancaman gagal panen,” Ujar Mohammad Jumadil.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Muhammad Yunus, memaparkan bahwa aksi pembasmian hama massal ini digeber untuk mendongkrak hasil panen warga demi mewujudkan kemandirian pangan daerah.
”Gerakan pengendalian ini bertujuan menggenjot produksi pertanian kita agar target swasembada pangan benar-benar tercapai, bukan sekadar angan-angan,” Kata Yunus
Yunus juga menekankan bahwa pihaknya tidak sekadar mengejar target luas lahan yang ditanami padi, melainkan memastikan pengawalan kesehatan tanaman berjalan ketat hingga masa panen tiba.
”Kami tidak hanya mengejar target penambahan luas tanam, tapi pengamanan tanaman dari serangan hama juga harga mati. Kalau hamparannya tidak dikawal dan dilindungi dari hama, target swasembada pangan mustahil bisa dicapai,” Tegasnya.
Dukungan nyata juga datang dari pihak swasta melalui perwakilan PT Benih Berkah Berseri (BBB), Rusli, yang menyatakan komitmen perusahaannya untuk terus mendampingi petani meningkatkan produktivitas hasil bumi.
”Tujuan kami ikut andil dalam gerakan pembasmian hama ini untuk membantu para petani mengendalikan hama secara tuntas, sehingga peningkatan produksi pertanian di tingkat warga bisa tercapai dengan baik,” Ungkap Rusli
Melalui aksi lapangan ini, pemerintah daerah berharap para petani semakin mandiri melakukan pengamatan rutin, cepat melapor jika menemukan tanda-tanda serangan hama, serta sigap melakukan pencegahan terpadu agar kesejahteraan petani lokal terus terjaga.


Tidak ada komentar