Petani di Polman Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kebun Durian, Diduga Alami Depresi

Avatar photo
Kamaruddin Kay
10 Des 2025 09:33
2 menit membaca

​AKARNEWS.ID, POLMAN – Koni alias Pua Kama (59), seorang petani di Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), ditemukan tewas gantung diri di area perkebunan durian miliknya pada Selasa (9/12/2025) malam.

Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, Halisa (55), setelah suaminya tak kunjung pulang ke rumah sejak siang hari. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban selain luka jeratan di leher.

​Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan ke Polsek Wonomulyo sekitar pukul 19.30 Wita. Tim gabungan dari Polsek Wonomulyo dan Polres Polman segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

​Pamapta Polsek Wonomulyo, IPDA Kamaruddin, menjelaskan bahwa korban sempat berpamitan kepada istrinya untuk pergi ke kebun sekitar pukul 11.30 Wita. Karena hingga menjelang malam korban tidak kembali, sang istri memutuskan menyusul.

​“Saat tiba di kebun sekitar pukul 18.00 Wita, saksi (istri korban) menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung dan tidak bernyawa,” jelas IPDA Kamaruddin.

​Setelah penemuan itu, Halisa meminta bantuan kepada kerabatnya, Muslimin (30), dan warga sekitar. Mereka kemudian menurunkan korban dan membawa jenazah ke rumah duka menggunakan tandu sederhana.

​Tenaga medis dari Puskesmas Bulo yang melakukan pemeriksaan luar memastikan tidak menemukan tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Sementara itu, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.

​Keluarga korban mengungkapkan bahwa Koni alias Pua Kama beberapa tahun terakhir mengalami gangguan kesehatan. Hal ini disebabkan insiden tertimpa buah kelapa, yang disebut keluarga kadang membuat korban kehilangan kesadaran.

​Hingga saat ini, motif pasti korban mengakhiri hidupnya belum diketahui secara pasti. Jenazah rencananya akan dimakamkan pada esok hari sesuai dengan syariat Islam. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x