POLMAN, AKARNEWS.ID – Ratusan warga tampak sangat antusias menghadiri kegiatan Reses Tahap Kedua Tahun 2026 yang digelar oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dari Fraksi Nasdem, Ary Iftikhar Shihab.
Pria yang akrab disapa Koje ini melaksanakan reses di Kelurahan Pelitakan, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) pada Sabtu (23/5/2026) malam.
Kehadiran Sekretaris Fraksi Nasdem ini disambut hangat oleh ratusan warga yang memadati lokasi, di mana mayoritas dari mereka berprofesi sebagai petani. Dalam momen tersebut, Koje secara khusus menekankan bahwa amanah dan dukungan dari para petanilah yang mengantarkannya duduk menjadi wakil rakyat.
”Saya bisa berjuang di Komisi II DPRD Provinsi Sulbar berkat kita semua, sampaikan semua keluhan ta agar saya bisa berjuang dan berguna untuk kita semua,” tutur Koje di hadapan warga.
Ia juga meminta masyarakat agar tidak ragu dan terbuka dalam menyampaikan setiap permasalahan yang mereka hadapi di lapangan.
”Jangan malu, Bapak Ibu sekalian, saya datang hari ini, malam ini sampaikan sama saya apa keluhan kita. Supaya saya berguna menjadi anggota DPRD. Karena kalau saya sudah tidak berguna menjadi anggota DPR, tidak usah ditusuk kembali. Tidak usah dipilih kalau tidak ada gunanya. Kita cari wakil Bapak Ibu sekalian yang bisa berguna untuk kita. Kalau tidak berguna untuk apa dipilih,” tegasnya.
Merespons keterbukaan tersebut, Taufik, salah seorang warga yang hadir, langsung menyampaikan persoalan krusial terkait kurangnya pasokan air ke area persawahan. Ia meminta adanya penambahan debit air untuk irigasi.
Selain itu, Taufik juga menyampaikan kecemasan warga setiap kali memasuki musim penghujan akibat ancaman banjir.
”Warga cemas saat masuk musim hujan karena terancam banjir, sementara mayoritas warga adalah petani dan pengrajin batu merah. Saat banjir tiba, semua pekerjaan hancur. Warga meminta adanya normalisasi sungai agar warga semakin aman,” ungkap Taufik.
Menanggapi aspirasi tersebut, Koje langsung memberikan penjelasan konkret. Terkait air persawahan, ia mengungkapkan bahwa rencana awal program pompanisasi dari Sungai Masunni memang dibatalkan, namun saat ini sedang dikaji ulang untuk mengambil sumber air dari Bendungan Sekka-Sekka.
”Itu sementara dikaji, juga sementara ada feasibility study-nya (studi kelayakan). Insyaallah ini akan terus diperjuangkan agar masyarakat di wilayah ini bisa tenang bertani dan tidak kekurangan air. Kalau soal normalisasi sungai kita akan kawal itu, Pak Taufik ajak saya ke sungai itu kalau perlu saya datangkan juga tim teknis untuk masalah banjir itu ” jawab Koje.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa rehabilitasi Bendungan Lakejo serta pemenuhan aspirasi para petani akan menjadi prioritas utama perjuangannya di Komisi 2 DPRD Sulbar.
”Mengenai rehabilitasi Bendungan Lakejo, insyaallah tahun ini akan dikerjakan karena ini memang diusulkan tahun lalu dan saya minta di provinsi Lakejo didahulukan,” tambahnya.
Selain urusan pertanian dan infrastruktur sungai, warga juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan sosial kemasyarakatan. Mereka meminta bantuan pengadaan tenda agar warga tidak perlu lagi menyewa ke luar saat mengadakan hajatan atau pernikahan serta kelengkapan alat penggali kubur.
ermintaan ini langsung dieksekusi oleh Koje tanpa penundaan. Di penghujung kegiatan reses, ia menyerahkan bantuan berupa uang tunai secara simbolis kepada perwakilan warga untuk menuntaskan pengadaan barang-barang tersebut malam itu juga.
”Saya anggap ini permintaan kepada pribadi. Alhamdulillah, Tuhan masih memberi kita rezeki, jadi ada yang bisa kita bagi,” tutup Koje, yang langsung disambut tepuk tangan dan rasa syukur dari warga. (*)
Tidak ada komentar